oleh

10 Ribu Masjid Siap Hadapi Pilkada DKI Jakarta 2017

-Berita-222 Dilihat
Kyai Daud (Ist)
JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Lebih dari 10 ribu masjid menyatakan kesiapannya untuk merebut tahta DKI 1 dari tangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
“Masjid
ada 3.496 dan mushola 6.600, insyallah siap memberikan informasi
tentang profil calon,” kata Ketua Dewan Masjid Jakarta KH. Daud
Poliradja alias Kyai Daud sapaan akrabnya, dalam silaturahmi di Masjid Baiturahman, Menteng Atas,
Jakarta, Minggu (31/7/2017) kemarin.
Kyai Daud mengatakan, masjid akan
menjadi bagian integral untuk mengurangi angka golongan putih yang
berjumlah 2,5 juta pemilih pada Pilgub 2012 lalu. Masjid dinilai paling
efektik untuk menyiarkan dakwah politik.
“Karena masjid tidak mengenal strata sosial, di kantor ada, di pasar ada, di terminal ada, dimana-mana ada,” sambung Kyai Daud.

Kyai
Daud mengaku sudah melakukan komunikasi dengan KPU DKI Jakarta dan
dibolehkan untuk menggunakan sarana ibadah sebagai tempat sosialisasi
dan simulasi Pilkada. Ia juga berencana akan melakukan survey di 500
masjid dengan tetap memasukkan nama Ahok. “Kita katakan, Ahok itu
religius tapi dia aktifis gereja,” tegas Kyai Daud.
Selain itu,
untuk meminimalisir biaya, Kyai Daud mengusulkan agar memanfaatkan
relawan dari masjid sebanyak 10 orang. Menurutnya, angka tersebut sangat
cukup untuk menjaga 18 ribu tempat pemungutan suara (TPS) atau menjadi
saksi saat pemungutan suara nanti.
Kemudian, di setiap masjid juga
diminta untuk menyediakan kotak amal untuk calon gubernur yang akan
diusung para alim ulama. Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk
kerja-kerja politik yang membutuhkan pendanaan.
Meski demikian,
para ulama juga diminta menyakinkan masyarakat bahwa masjid dapat
dimanfaatkan untuk aktifitas politik. Sebab, Kyai Daud yakin penolakan
itu ada dan tidak sedikit.
“Jangan bercanda dengan masjid, ketika masjid diganggu, Vihara terbakar,” tegasnya.
Kyai
Daud pun meminta agar para ulama tidak terlalu lama menetapkan calon
yang akan diusung. Sebab, akan sulit bila parpol sudah menetapkan calon.
Sementara, jalur independen juga dirasa tidak mudah untuk dilalui.
“Sudah
lah, mutafaqun ‘alaih saja, tetapkan calonya. Jangan kebanyakan
bercanda, karena waktu mepet, 21 September. Alhamdulillah Allah kirimkan
orang Cina kafir ini mempersatukan ummat,” tandasnya Kyai Daud.
Senada
dengan Kyai Daud, pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra juga
sepakat, bahwa masjid diperbolehkan untuk aktifitas politik. “Karena ini
bagian dari kepentingan ummat,” kata dia.(*).
 
Source, Nusantaranews.co

Komentar