oleh

2.674 Calon Jemaah Haji Asal Palembang Tahun 2016, Lulus Tes Pemeriksaan Kesehatan

(Ilusttrasi/Ist)

PALEMBANG, SriwijayaAktual.com  – Sebanyak 2.674 calon jemaah haji asal
Palembang dipastikan akan mengantongi buku kesehatan, setelah mengikuti
rangakain pemeriksaan kesehatan di beberapa Puskesmas yang telah
ditunjuk.

“Hari ini hari pertama untuk membagikan buku kesehatan Calhaj sampai
nanti hari terakhir di tanggal 5 Agustus. Mekanisme pembagian buku
dilakukan dua minggu setelah melakukan pemeriksaan,” kata Kepala Dinas
Kesehatan (Dinkes) Palembang, dr. Anton Suwindro melalui Kabid
Pengendalian Masalah Kesehatan dr. Afrimelda, Rabu (27/7/2016).
2.674  calhaj ini telah mengikuti pemeriksaan kesehatan di Puskesmas
Merdeka berjumlah 788 orang, Puskesmas Pembina sebanyak 547 orang,
Puskesmas Dempo sebanyak 854 orang, Puskesmas Sekip sebanyak 378 orang
dan Puskes Sematang Borang sebanyak 107 orang.
“Pengambilan buku kesehatan ini diutamakan untuk Calon Jemaah Haji
yang telah lulus pata tahap pemeriksaan kesehatan pertama dan kedua,
yang dibagikan di kantor dinkes” jelasnya.
Afrimelda menjelaskan sebelum dibagikan, pihaknya terlebih dahulu
telah melakukan verifikasi agar tidak terdapat kekeliruan data-data
kesehatan milik calhaj.
“Itulah mengapa buku kesehatan tersebut dibagikan dua minggu setelah
dilakukan pemeriksaan. 10 hari di Puskesmas dan 4 hari di Dinkes agar
data-data kesehatan milik calhaj sudah lengkap dan terisi semua,”
jelasnya.
Selain itu juga pada saat pembagian buku kesehatan, tambah Afri,
pihaknya juga mempersiapkan tim konseling untuk para calhaj. Calhaj yang
datang untuk mengambil buku kesehatan miliknya juga akan diperiksa
kembali fisiknya. Jika saat diperiksa ditemukan sesuatu yang bisa
mengancam kesehatan, pihaknya akan memberikan rekomendasi kepada Kemenag
agar calhaj tersebut diberangkatkan pada kloter terakhir.

“Pengambilan buku tidak bisa diwakilkan. Harapannya setelah
pengambilan, ada penemuan bisa kita tindak lanjuti segera dan kami bisa
bina lagi. Saat ambil buku ada konseling lagi. Contohnya kok ibu pucat
coba kita periksa lagi. Kalau curiga kita akan anjurkan pemeriksaan
ulang. Kalau tidak ditemukan sesuatu bisa teruskan berangkat sesuai
kloter keberangkatan,” bebernya.
Namun lanjut Afri mengtakan sampai saat ini belum ditemukan adanya
calhaj yang sakit mapun calhajt perempuan dengan kondisi hamil saat
mengambil buku kesehatan.
Karena dianjurkan untuk para calhaj wanita untuk tidak hamil saat
menjalankan ibadah haji. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak
diinginkan saat berada di sana.
Sebetulnya wanita hamil boleh melaksanakan ibadah haji namun dengan
beberapa ketentuan seperti usia kehamilan 14 sampai 26 minggu dengan
catatan telah di vaksinasi meningitis.
Selain itu Afrimelda pun  menghimbau Calon Jemaah Haji (Calhaj) Kota
Palembang untuk menjaga kesehatan mulai dari sebelum keberangkatan, saat
berada di tanah suci Mekkah sampai tiba kembali ke tanah air.
Himbauan ini terkait dengan beratnya kegiatan yang nantinya akan
dijalani oleh Calon Jemaah Haji sendiri. Dengan menjaga kesehatan sedari
dini nantinya segala proses kegiatan Calon Jemaah Haji akan dapat
dilalui dengan baik.
“Biasakan menjaga kesehatan seperti istirahat yang cukup, olah raga
yang teratur dan mengkonsumsi vitamin A dan C yang bisa didapatkan dari
buah-buahan dan sayur,” katanya.
Menurut Afrimelda, saat menjalankan ibadah haji tahun ini, kondisi
cuaca di tanah suci diperkirakan akan lebih ekstrim dari tahun lalu.
Jika ditahun suhu kota Mekkah berada di 53 derajat celcius, ditahun ini
cuaca diperkirakan akan lebih ekstrim diperkirakan 53 derajat celcius.
Karena itu Calhaj harus sudah memiliki persiapan sendiri sejak awal dan
jangan bergantung dengan pemberian dari hasil pemeriksaan kesehatan.(*). 
Sumber, Penasumatera

Komentar