oleh

8 Poin Terkait Perceraian UAS dengan sang Istri

loading...

8 Poin Terkait Perceraian UAS dengan Istri,  ini Penjelasan Kuasa Hukumnya…
SriwijayaAktual.com – Kuasa hukum Ustaz Abdul Somad (UAS),
Hasan Basri, menyampaikan delapan poin klarifikasi mengenai kabar
perceraian kliennya. Sebelum resmi bercerai, UAS disebut telah berpisah
rumah dengan istrinya sejak 2016.

Penjelasan Hasan itu disampaikan dalam video berjudul ‘video klarifikasi
UAS’ di Instagram resmi ‘Sahabat UAS’, yaitu @sahabatuasofficial,
seperti dilihat, Kamis (5/12/2019). Hasan menyampaikan UAS sudah
berusaha mempertahankan rumah tangganya, namun tetap tak berhasil.

“UAS telah melakukan tahapan-tahapan sesuai ajaran syariat Islam,
nasihat pisah ranjang, musyawarah dan konsultasi keluarga, talak 1 dan
talak 2 yang berakhir tahap berpisah tempat tinggal pada bulan Mei 2016
sampai sekarang ini,” ujar Hasan.

Hasan juga mengatakan UAS tetap memberikan nafkah dan fasilitas kepada
istrinya sebelum resmi bercerai. Selain itu, UAS tetap bertanggung jawab
atas segala kebutuhan sang anak, hasil dari pernikahannya dengan Mellya
Juniarti.

Berikut ini 8 poin penjelasan Hasan mengenai perceraian UAS:

Bismillahirrohmanirrohim

Klarifikasi Ustaz Abdul Somad (UAS)

Saya H Hasan Basri S.Ag. SH. MH. Kuasa hukum Ustaz Abdul Somad (UAS)
menjelaskan terkait berita perceraian antara UAS dengan Mellya Juniarti
sebagai berikut:

1. Bahwa Ustaz Abdul Somad (UAS) dan Bu Mellya Juniarti menikah pada
tanggal 20 Oktober 2012 dan telah dikaruniai seorang anak laki-laki.

2. Bahwa permasalahan rumah tangga Ustaz Abdul Somad sudah lama
terjadi, hampir 4 tahun yang lalu jauh sebelum UAS sebagai pendakwah
yang populer dan viral di media sosial.
Berbagai usaha telah dilakukan oleh UAS untuk mempertahankan rumah
tangganya terutama sebagai kepala rumah tangga dalam mendidik Mellya
Juniarti namun tetap tidak berhasil dan tidak berubah. UAS telah
melakukan tahapan-tahapan sesuai ajaran syariat Islam, nasihat pisah
ranjang, musyawarah dan konsultasi keluarga, talak 1 dan talak 2 yang
berakhir tahap berpisah tempat tinggal pada bulan Mei 2016 sampai
sekarang ini.

3. Bahwa oleh karena tidak ingin berlarut-larut yang tentunya akan
menimbulkan fitnah mudarat yang lebih besar di kemudian hari. Hal ini
sesuai dengan kaidah fikih yang berbunyi darulmafasid aula min jalbi
masalih. Mengantisipasi dampak negatif harus diprioritaskan daripada
mengejar kemasalahatan yang belum jelas, apabila berlawanan antara satu
mafsadat dengan maslahat maka yang didahulukan adalah mencegah
mafasadatnya asyyuuti alasbah wannazhir.

4. Bahwa UAS walaupun sudah berpisah, lebih kurang sejak 4 tahun yang
lalu namun tetap bertanggungjawab memberikan nafkah bulanan dan
fasilitas untuk bu Mellya Juniarti terkhusus ananda yang tercinta. UAS
selalu menyediakan waktu secara khusus dalam kesibukan dakwahnya untuk
tahap tetap bersama menemani bermain, jalan-jalan dan lain, layaknya
orang tua yang selalu menyayangi dan mendidik anaknya.

5. Bahwa UAS sebagai warga negara yang baik, maka pada 12 Juli 2019
mengajukan secara resmi permohonan cerai talak ke Pengadilan Agama
Bangkinang dengan nomor perkara 604/PDTG/2019/PAPBKN dan telah diputus
oleh majelis hakim pada tahap proses persidangan kesebelas pada hari
Selasa tanggal 3 Desember 2019 dengan diktum putusan memberi izin kepada
pemohon Abdul Somad Batubara bin Bahtiar untuk menjatuhkan talak raj’i
satu terhadap termohon Mellya Juniarti di depan sidang Pengadilan Agama
Bangkinang.

6. Bahwa di saat ketidakharmonisan rumah tangga terus terjadi dan
tanpa solusi perceraian bukan langkah mudah mungkin bisa terjadi pada
siapapun dan manusiawi. Ustaz Abul Somad sangat menyadari bahwa Allah
SWT sangat berkuasa atas semua takdir manusia dan Allah SWT akan menguji
hambanya sesuai kapasitasnya masing-masing.

7. Bahwa setiap orang akan membaca dan berpikir dengan cara berbeda,
kebaikan tidak selalu dihargai, keburukan tidak selalu dinistai. Aku
tidak perlu menjelaskan tentang diriku karena musuhku tidak percaya dan
sahabat-sahabatku tidak memerlukan itu, ungkapan Sayyidina Ali
Karomahulllohu Wajhah.

8. Bahwa hidup bukanlah siapa yang terbaik tetapi seberapa banyak
kebaikan yang bisa kita lakukan apapun cobaan yang menimpa harus kita
hadapi dengan sikap positif. Semoga dapat dimaklumi.
[*]

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed