oleh

ABU JANDA Layak Diadili!

loading...

Oleh M Rizal Fadillah (Pengamat Politik)

KOLOM PEMBACA-OPINI, SriwijayaAktual.com – Permadi Arya alias Abu Janda melaporkan Ustad Maaher At Thuwailibi ke
Bareskrim  Mabes Polri hari Jum”at 29 November 2019. Alasannya bahwa
cuitan Ustadz Maaher mengancam dirinya untuk dibunuh. 
Adalah hak melaporkan tetapi nampaknya laporan tersebut mentah dan
sangat mungkin tidak memenuhi unsur pidana. Setiap laporan yang tak
terbukti berisiko terbalik, Abu Janda bisa terancam penjara. 

Cuitan Ustad Maaher yang dimasalahkan berbunyi :
“PARA PENISTA AGAMA SEMACAM ABU JANDA & BUSUK MAWATI; memaki maki mereka in sya” Allah dapat pahala

Kafir dan Munafik yang menyerang Islam, begitu juga kaum zindiq penista
agama; jangankan dicaci maki, dibunuh saja boleh dalam hukum fikih
islami”
Cuitan tersebut terdiri dua paragraf dengan dua hal yang berbeda. 

Pertama pendapat pribadi bahwa Penista Agama semacam Abu Janda &
Sukmawati memaki makinya  insya Allah berpahala. Tidak ada anjuran untuk
membunuh hanya berpendapat boleh dan berpahalanya memaki maki. Itu pun
“insya Allah” jadi dikembalikan kepada “kehendak Allah”. Terhadap
keduanya Abu Janda dan Sukmawati tidak ada ancaman untuk membunuh. 

Kedua, soal boleh membunuh adalah pendapat dan keyakinan Ustad Maaher
bahwa menurut fikih islami penista agama itu boleh dibunuh. Ini berlaku
bagi siapa saja selama penista agama itu kafir, munafik, dan zindiq yang
“menyerang Islam”.  Ini adalah dalil umum berdasar “fikih islami” jadi
bukan anjuran membunuh Abu Janda dan Sukmawati. 

Untuk kedua orang tersebut hanya sampai kebolehan “memaki” saja.

Oleh karena laporan Abu Janda menyangkut ancaman pembunuhan pada
dirinya, maka secara hukum pastinya tidak akan terbukti. Ustad Maheer
akan “melenggang” bebas. Bahkan memiliki “tabungan” senjata untuk
memenjarakan Abu Janda atas dasar fitnah atau pengaduan palsu. 

Dalam rangka pelaporan ini lah Abu Janda “terjebak sendiri” dengan
menyatakan “jangan lagi bilang terorisme tidak punya agama, agama
terorisme itu Islam dan gurunya Maaher”

Nah terhadap hal ini dua hal yang bisa dilakukan Ustad Maaher. 

Pertama melaporkan Abu Janda atas dasar pencemaran nama baik dengan
menyatakan guru terorisme adalah Maaher karena hal ini masuk dalam
kualifikasi penghinaa dan pencemaran. Kedua, Abu Janda telah menodai
agama Islam dengan menyatakan bahwa agama terorisme adalah Islam. Pasal
156 a KUHP pantas dikenakan. 

Jadi jelas dan terang benderang yang layak untuk diadili adalah Abu
Janda yang juga menjadi patut dipertanyakan keagamaannya karena berani
menyatakan “agama terorisme adalah Islam” pernyataan yang bukan saja
menodai, tetapi biadab. 

Bandung, 30 November 2019 . (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed