oleh

Ada 40 Lembaga Survei Direkomendasikan KPU, Kenapa Hanya 6 yang Tayang di TV ya?

loading...
JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Kontroversi hasil quick count enam
lembaga survei yang ditayangkan hampir semua stasiun televisi di
Indonesia tidak hanya menimbulkan keresahan di masyarakat, tapi juga
mengundang timbulnya konflik horizontal.
Lieus mengatakan, keenam lembaga survei itu nyata-nyata telah melakukan
kebohongan publik dan ironisnya pihak stasiun TV, mungkin karena di
bawah tekanan rezim, tanpa reserve menayangkan kebohongan itu secara
telanjang.

“Bayangkan, ada 40 lembaga survei yang mendapat rekomendasi dari KPU
untuk menyelenggarakan quick count. Tapi hanya enam lembaga itu yang
dirilis hasilnya di TV. Kalau tak ada apa-apanya, pastilah quick count
ke-40 lembaga survei itu ditayangkan juga,” kata koordinator Rumah
Aspirasi Prabowo-Sandi, Lieus Sungkharisma, Kamis (18/4/2019).

Pasalnya, quick count enam lembaga survei itu berbeda jauh dengan quick
count lembaga survei lainnya. Bahkan juga berbeda dengan real count yang
diselenggarakan oleh masing-masing partai peserta pemilu dan pendukung
capres.

“Apalagi keresahan akibat quick count itu tidak hanya terbaca di media
sosial, tapi telah sampai ke warung-warung kopi dan sangat berpotensi
konflik. Masyarakat saling bersitegang satu sama lain dan satu saat
konflik itu bisa saja pecah secara terbuka,” ujar

Oleh karena itu Lieus berpendapat Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) harus
segera menghentikan tayangkan quick count dari enam lembaga survei di
layar televisi itu.

“Tayangan itu lebih banyak mudaratnya dan berpotensi memecah belah anak
bangsa. Apalagi semua orang tahu orang-orang yang berada di balik ke
enam lembaga survei itu adalah orang-orang yang pernah diajak makan oleh
Jokowi ke Istana Negara,” kata Lieus.[sw]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed