oleh

Akhirnya Polisi Hentikan Penyidikan Kasus Habib Rizieq Shihab

-Berita-268 Dilihat
Habib Rizieq Shihab [net]

Kurang barang bukti sebabkan SP-3 terhadap kasus penodaan Pancasila Rizieq.
JAKARTA, SriwijayaAktual.com  – Kepolisian menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan
(SP-3) atas kasus penodaan lambang negara atau Pancasila yang
melibatkan Habib Rizieq Shihab di wilayah hukum Polda Jawa Barat. Dalam
kasus tersebut, Rizieq sudah sempat ditetapkan sebagai tersangka.
Kuasa hukum Rizieq, Sugito Atmo Pawiro, mendatangi Bareskrim Polri
pada Jumat (4/5/2018) untuk mengambil barang bukti milik Rizieq yang
diperiksa terkait kasus tersebut. “Kebetulan kami datang ke Bareskrim
itu untuk mengambil barang bukti yang terkait dengan perkara di Bandung
dan kebetulan itu beberapa waktu yang lalu sudah SP-3,” kata Sugito di
Bareskrim Polri, Jakarta.
Sugito menyebut, kasus ini diberi SP-3 karena tidak memenuhi unsur dan tidak ditemukannya mens rea
(kesengajaan melakukan kriminal) dari beberapa keterangan saksi dan
beberapa ahli. “Sehingga Bareskrim melalui Polda Jabar itu mengeluarkan
SP-3,” ujar Sugito, dikutip dari republika.co.id.
Sugito mengaku tidak mengetahui secara
rinci kapan kasus ini dihentikan. Ia pun menjelaskan, ceramah Rizieq
yang dipermasalahkan dalam kasus tersebut adalah ceramah biasa. Ceramah
itu mengkritisi mengenai masalah Pancasila. “Kalau mengkritisi terhadap
Pancasila itu kan di BPUPKI juga dulu dikritisi. Itu kan kalau Piagam Jakarta,” kata dia mencontohkan.
Akhirnya,
berdasarkan keterangan saksi ahli dan bukti, kasus ini diputuskan untuk
dihentikan. Adapun barang bukti yang diambil adalah berupa tesis Rizieq
soal Pancasila yang dibutuhkan untuk pemeriksaan.
Kepolisian
pun membenarkan kabar tersebut. “Iya saya hanya membenarkan apa yang
disampaikan beliau (Sugito),” ujar Kepala Subdirektorat I Keamanan
Negara Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes Pol Daddy
Hartadi.
Sementara itu, Direktur Kriminal Umum Polda Jawa
Barat Kombes Pol Umar Surya Fana mengatakan, SP-3 kasus ini dikeluarkan
sekitar bulan Februari hingga Maret. Kasus Rizieq di Jawa Barat tersebut
dihentikan karena kurang barang bukti pendukung untuk diprosesnya kasus
tersebut. “Kurang bukti, tidak ada pidana. Nanti saya cek lagi ya,”
ujarnya singkat.
Rizieq disangkakan melanggar Pasal 154 a
KUHP tentang Penodaan terhadap Lambang Negara dan Pasal 320 KUHP tentang
Pencemaran terhadap Orang yang Sudah Meninggal. Kasus yang menjerat
Rizieq ini dilaporkan oleh Sukmawati Soekarnoputri. Sukmawati menganggap
Rizieq menodai lambang dan dasar negara Pancasila serta menghina
Sukarno selaku proklamator kemerdekaan Indonesia dan presiden pertama
Indonesia. [*]

Komentar