oleh

Ali Mochtar Ngabalin Diingatkan Jangan Bawa Gempa Palu ke Politik, Gubernur Sulteng: ‘Ngabalin itu Ngibulin’

-Berita-247 Dilihat
Ali Mochtar Ngabalin [dok/net]

PALU-SULTENG, SriwijayaAktual.com – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola meminta Tenaga
Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin,
tidak menyeret masalah penanganan bencana gempa Palu dan tsunami di
Sulteng ke ranah politik.
Dia juga mempersilakan Presiden Joko Widodo untuk mengambil alih
penanganan ke tingkat nasional dan tidak melibatkan dirinya sebagai
kader Partai Gerindra, bila ingin menyeret penanganan bencana gempa dan
tsunami di Sulteng ke ranah politik.
“Kalau memang saya itu di bawah kader politik, sekarang ini saya
minta Pak Jokowi ambil kasus bencana ini secara nasional. Jangan
libatkan saya sebagai orang Gerindra,” kata Longki dengan nada geram di
kantornya kepada wartawan di Palu, Sulteng pada Senin (8/10/2018).
Pernyataan itu disampaikan Longki sebagai respons terhadap Ngabalin
yang membalas kritik Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani.
Sebelumnya Ngabalin menyoroti Longki yang tak hadir di tengah masyarakat saat
warga Palu membutuhkan kehadirannya. Ngabalin menyampaikan kritik
tersebut dengan menyoroti Longki dalam kapasitasnya sebagai kader
Gerindra.
“Apa Muzani lupa? Yang dibutuhkan itu juga motivasi kalian kepada
Gubernurnya yang orang Gerindra itu. Dia itu Ketua Gerindra Sulawesi
Tengah. Jangan Pasif dalam situasi seperti itu,” kata Ngabalin yang
merupakan Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan
seperti dikutip dari detikcom, Minggu (7/10/2018).
Longki mempertanyakan pernyataan Ngabalin tersebut. Menurutnya,
politikus Partai Golkar tersebut tidak memahami prosedur dan mekanisme
penanganan bencana.
Bahkan Longki pun menyebut Ngabalin sebagai sosok yang suka mengibul
alias berbohong lewat pernyataannya yang hanya membentuk opini di tengah
masyarakat.
“Ngabalin tidak tahu tentang proses dan mekanisme tentang penanganan
bencana. Makanya saya bilang dia ngibulin, hanya membentuk opini,”
ujarnya.
Longki mengaku sangat tersinggung dengan pernyataan Ngabalin yang
menyebut dirinya sebagai kader Gerindra. Dia mempertanyakan maksud
Ngabalin membawa masalah penanganan gempa dan tsunami di Sulteng ke
ranah politik.
“Terus terang ini yang saya sangat tersinggung, apa maksudnya dia
menyebutkan itu kader Gerindra? kenapa harus dibawa ke politik? apa itu
maksudnya? Jangan dibawa, ini tidak ada urusannya dengan politik, ini
saya urus warga saya,” tuturnya.
Pemerintah telah bersepakat tidak menjadikan gempa Palu berstatus
bencana nasional. Lepas dari itu, Presiden Jokowi tetap membuka pintu
luar negeri untuk turut memberi bantuan.
Wakil Menteri Luar Negeri, A.M. Fachir menaksir total komitmen
bantuan luar negeri untuk bencana gempa bumi sampai saat ini mencapai
sekitar Rp220 miliar. Namun tak sedikit warga Palu yang mengaku belum
mendapat bantuan logistik berarti dari pemerintah.
BNPB mencatat jumlah korban tewas hingga Minggu (7/10) mencapai 1.763
orang. Masa tanggap darurat evakuasi korban akan berakhir Kamis
(11/10). Sementara jumlah korban hilang ditaksir setidaknya mencapai
5.000 orang. (leo.ak/cnn) 

Komentar