oleh

Aplikasi Digital eFishery Dinilai Mampu Efisienkan Biaya Produksi Budidaya Perikanan

-Berita-25 views
loading...
Budiaya Ikan/Ilustrasi

SriwijayaAktual.com – CEO eFisher, Gibran Huzaifah mengatakan inovasi dalam bentuk penggunaan alat pemberian makan ikan otomatis atau aplikasi eFishery mampu membuat masyarakat pembudidaya ikan makin efisien dalam hal pemberian makan.
Menurutnya masyarakat atau peternak ikan bisa sedikit lebih berhemat.
Pasalnya melalui aplikasi waktu pemberian pakan sudah diatur dan
jumlahnya bisa ditakar secara otomatis. Dampaknya sungguh luar biasa
sehingga efisiensi bisa dilakukan dengan baik.
“Pembudidaya yang sudah menggunakan aplikasi ini bisa berhemat pakan
karena waktunya sudah diatur dan jumlahnya sudah ditakar secara
otomatis, tinggal dioperasikan melalui ponsel, simple,” katanya
(19/2/2019).
Gibran menambahkan sejak diperkenalkan tahun 2013 silam, saat ini
sudah ratusan pembudidaya yang memanfaatkan aplikasi yang dirancangnya.
Hasilnya pun sudah terbukti, pembudidaya ikan lele sudah mampu panen
hingga empat kali setahun.
“Perikanan
memiliki potensi menjadi industri yang besar, pembudidaya Indonesia
juga terkenal ulet dan menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Oleh
sebab itu, saya yakin kita bisa menjadi pionir dalam implementasi
teknologi dalam kegiatan budidaya ikan,” paparnya.
eFishery
menurut Gibran, akan melakukan kerja sama pemanfaatan 300-an unit alat
pemberi pakan otomatis dengan para pembudidaya lele melalui sistem sewa
dan sebulan pertama diberi kelonggaran bebas sewa. Indramayu terpilih sebagai lokasi pertama percontohan budidaya lele berbasis teknologi digital.
Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Budidaya Indramayu Edi Umaedi menyampaikan, Kabupaten Indramayu
layak menjadi percontohan kampung perikanan digital karena memiliki
lahan berupa kolam budidaya air tawar yang cukup luas yakni 560,87
hektar, di mana 58,68 persennya atau 329,15 hektar digunakan untuk
budidaya ikan lele. 
Tahun 2018 lalu, volume produksi ikan lele dari sentra-sentra
budidaya tersebut mencapai 85.496,85 ton naik 79,15 persen dari tahun
sebelumnya sebesar 67.671,84 ton. Nilai produksi mencapai
Rp1.336.963.249.000. [akurat]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed