Berita  

ASTAGA! 250 Ton Sabu dari Tiongkok Masuk ke Indonesia, “Bentuk Untuk Menghancurkan Generasi Indonesia”

MAKASAR-SULSEL, SriwijayaAktual.com – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN),
Komjen Pol Budi Waseso (Buwas) menyebutkan saat ini ditemukan 800 jenis
narkotika baru di seluruh dunia. Sedangkan di Indonesia ada 68 jenis
yang beredar.
Buwas mengungkapkan seperti yang dilaporkan otoritas Tiongkok,
sepanjang 2016, narkotika jenis sabu yang masuk di Indonesia dari negeri
Tirai Bambu tersebut sebanyak 250 ton. Ada 11 negara yang menyuplai
narkoba dan dikendalikan oleh 75 jaringan internasional di Indonesia.
“Ada 11 negara yang suplai narkoba, data ini valid, ini juga
dikendalikan oleh 75 jaringan di Indonesia,” katanya pada Forum Konsepsi
Pemuda Melawan Narkoba di Lapangan Karebosi Makassar, Senin (2/10/2017)
“Saya juga tidak percaya. Masa sebanyak itu 250 ton dimasukkan di
Indonesia. Itu yang mereka catat. Saya langsung lemes,”sebut Buwas.
Dia kemudian memaparkan BNN terakhir memusnakan narkoba hasil sitaan sebanyak 3,4 ton pada 9 November 2016.
Kepala BNN, Komjen Pol Budi Waseso menyerahkan cendera mata kepada Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo
Buwas menghitung dengan sederhana, data dari Universitas Indonesia,
sebanyak 250 ton narkotika yang masuk ke Indonesia digunakan sekitar 6,4
juta orang. Artinya, minimal dalam satu minggu dibutuhkan enam ton
sabu.
Buwas juga menguraikan bahwa narkoba masuk ke Indonesia sebagai salah satu bentuk untuk menghancurkan generasi Indonesia.
“Ini seperti perang candu di Tiongkok dulu dimana dengan mudah
dikuasai Inggris. Saya semakin mendalami masalah narkoba bukan semakin
senang tetapi semakin sedih,” ungkapnya.
Buwas menyebutkan salah satu yang bisa diterapkan dalam memberantas
dan mencegah peredaran narkotika adalah program yang dilakukan Pemkot
Makassar dan Pemprov Sulsel. (fik/fajaronline)

Spesial Untuk Mu :  Aksi Unjuk Rasa Menolak Keras Privatisasi Sumber Air