oleh

ASTAGA !!! Beredar Video Kapolda Metro Jaya Provokasi FPI Suruh Pukuli Aktivis HMI

-Berita-225 Dilihat
Kapolda Metro Jaya  saat di lokasi demo 4 November 2016

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Beredar video Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan menyuruh pendemo dari
Front Pembela Islam (FPI) untuk mengejar dan memukuli aktivis Himpunan
Mahasiswa Islam (HMI) yang dianggap menjadi provokator kerusuhan saat
unjuk rasa besar-besaran 4 November lalu. 
Video bertajuk “Terungkap..!! Kapolda Metro Jaya Provokasi Massa FPI
Agar Serang Massa HMI. Ini Buktinya..!!” itu, diawali tulisan “Simak
dengan cermat kalimat-kalimat provokasi sang Kapolda Metro Jaya”.
Namun, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setyono membantah
Kapolda menyampaikan provokasi hingga demo berakhir ricuh dan
mengakibatkan korban luka berjatuhan dan beberapa mobil hangus terbakar.
“Video itu Kapolda menyampaikan saat selesai demo ditanya sama
temen-temen, kemudian ditanya juga sama temen-temen FPI, beliau
(Kapolda) menyampaikan bahwa “mengapa itu enggak kalian tangkap”. Itu
bukan provokasi itu sudah selesai semuanya,” kata Awi saat dikonfirmasi,
Selasa (8/11/2016).

Baca Juga Ini; IPW Kecam Atas Tindakan Polisi Main Tangkap Sejumlah Kader Aktivis HMI

Berikut Ini Videonya, Silahkan Simak Dengan Fokus”Seksama; 

Menurut Awi, Kapolda saat menanyakan kepada FPI mengapa tidak
menangkap pihak yang diduga provokator. Padahal, Ketua FPI Habib Rizieq
Shihab berjanji akan bertanggung jawab dan menindaktegas oknum-oknum
yang membuat kericuhan.
“Ada komplain kepada beliau, dia balik “kenapa enggak kalian
tangkap?”. Karena Imam besar FPI Habib Rizieq mengatakan saya akan
bertngung jawab,” ujar Awi.
Kapolda, kata Awi, hanya menagih komitmen FPI yang berjanji akan
bertanggung jawab terhadap situasi saat itu. “Dan tu wajar-wajar saja
silaturahmi agar demo ini persuasif termasuk ancaman-ancaman ini
penyusup itu sudah di sampaikan. Bahkan soal senjata tajam sudah kita
sampaikan Alhamduliah sih enggak ada. Terkait batu dan lain-lain itu
masih kita diselidiki,” kata Awi. (*)

Sumber, rimanews

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya