oleh

Asyik … Kemenag RI Sediakan Beasiswa Untuk Santri Rp 36 Miliar, Syaratnya? Ini ..

-Berita-179 Dilihat
(Ilustrasi)

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Kementerian Agama RI melalui Direktorat Pendidikan
Diniah dan Pondok Pesantren tahun ini mengalokasikan anggaran Rp 36
miliar untuk membiayai program beasiswa para santri.

“Anggaran ini untuk membiayai beasiswa 1.138 santri yang masih
berlangsung serta 250 santri baru yang akan diterima pada tahun ini,”
kata Kasubdit Pendidikan Pesantren Direktorat Pendidikan Diniah dan
Pondok Pesantren Kemenag Ainur Rofiq kepada pers di Jakarta, Jumat (17/2/2017). 
Menurut Rofiq, santri yang dapat mengikuti program beasiswa tersebut
harus berasal dari pondok pesantren yang telah terdaftar resmi pada
Kemenag serta memiliki nomor statistik pondok pesantren (NSPP). Santri
juga harus tinggal di pesantren (mukim), minimal selama 2 tahun. 
Syarat lainnya, santri harus bersekolah pada tingkat akhir dan
lulus pada tahun 2017 di madrasah aliah yang berada di bawah naungan
pondok pesantren, atau santri lulusan pesantren muadalah/pesantren
salafiyah dengan ijazah Paket C yang diselenggarakan oleh pondok
pesantren. 
Khusus untuk para santri yang memilih Universitas Islam Negeri
(UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang Jawa Timur terkena ketentuan, yakni
mereka harus hafal (hafiz) Quran minimal 10 juz. 
“Santri lulusan SMA/SMK belum bisa mengikuti program beasiswa ini
karena programnya bersifat afirmasi bagi santri yang selama ini kurang
tersentuh atau kurang memperoleh kesempatan untuk mendapatkan akses ke
pendidikan tinggi yang bermutu,” kata Rofiq. 
Baca Juga Ini; waoOW .. Ada Ratusan “Santri” Tanpa Kerudung dan Peci Geruduk Kantor PBNU
Kasubdit Pendidikan Pesantren ini, juga menjelaskan bahwa santri yang
lulus seleksi akan diberikan beasiswa berupa biaya kuliah sampai selesai
serta “living cost” (biaya hidup) selama mereka menjadi mahasiswa.
Bahkan, khusus untuk program studi yang memerlukan tambahan
pendidikan khusus, seperti kedokteran, Kemenag juga akan menyediakan
anggarannya sampai mereka benar-benar lulus sebagai dokter.
Menurut Rofiq, saat ini terdapat tiga belas perguruan tinggi yang
menjadi mitra Kementerian Agama dalam program beasiswa ini. Ketiga
belas perguruan tinggi tersebut adalah IPB Bogor, UGM Yogjakarta, UPI
Bandung, ITS Surabaya, dan Unair Surabaya.  
Selanjutnya, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Gunung
Djati Bandung, UIN Walisongo Semarang, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN
Sunan Kalijaga Yogjakarta, dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. 
Khusus untuk para santri di wilayah Indonesia Timur, kini Kemenag
bermitra dengan UIN Sultan Alauddin Makassar serta Universitas
Cendrawasih Jayapura. 
Terkait dengan pilihan program studinya, selain program studi
umum, seperti kedokteran dan keperawatan, juga masih ada program studi
agama seperti ilmu falak, tasawuf, dan bahasa. 
Rofiq menambahkan bahwa pendaftaran secara “online” dapat
dilakukan dari seluruh lokasi di mana santri berada, sedangkan seleksi
dilakukan secara “online” melalui tes berbasis computer
(CBT/computerized based test). 
Pendaftaran akan dimulai akhir Maret 2017 dan setiap santri bisa
mengakses informasi ini melalui website dengan alamat
http://pbsb.ditpdpontren.kemenag.go.id/. (*)

Sumber, antara

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya