oleh

Ayo Ikuti! SIMPOSIUM REFORMA AGRARIA SUMATERA SELATAN

loading...

“Menuntut Penyelesaian konflik-konflik lahan di Sumatera Setan untuk percepatan mewujudkan Reforma Agraria di Sumatera Selatan”

‪PALEMBANG, SriwijayaAktual.com – Komite Reforma Agraria Sumatera Selatan (KRASS) melakukan temu awak media terkait pelaksanaan Simposium  Reforma  Agraria Sumatera Selatan,  di sutau cafe di Kota Palembang, Juma’t (6/12/2019).


Dalam temu awak media, dipimpin langsung oleh J.J. Polong (Ketua SC Kegiatan Simposium) bersama  Ketua Panitia Dedek Chaniago dan Sekretaris Ki Edi Susilo dan panitia lainya.

loading...

J.J. Polong mengatakan latar belakang dari Problem dan konlik lahan yang tak kunjung usai bahkan makin bertambah, setiap tahunnya. Data dari KPA tahun 2018: 28 Konflik dengan luasan 139.709,7 Hektar.”Katanya


Sementara itu ketimpangan penguasaan lahan begitu jompang. Koorporasi/perusahaan  menguasai 6,3 juta hektar (HTI 1,5 juta hektar, HGU Perkebunan 1 juta hektar, Tambang 2,5 juta hektar, dan Hutan Lindung 1,3 juta), sementara masyarakat menguasai hanya 1 juta hektar.”Ujarnya

“Dan berangkat dari kerja-kerja kawan-kawan Sarikat sarikat tani, gerakan gerakan tani dan NGO/LSM peduli petani yang sudah berpuluh puluh tahun bekerja untuk penyelesaian konflik lahan dan mewujudkan reforma agrarian, perlu dan penting untuk berkonsolidasi diseluruh perjuangan tani dalam Komite Reforma Agraria Sumatera Selatan (KRASS), untuk penyelesaian konflik lahan untuk mewujudkan reforma agraria, agar ada kekuatan bersama yang besar, dorongan yang besar agar tercapailah sesuai dengan cita cita pendiri bangsa dan amanat konstitusi (UUD 1945 pasal 33, Pancasila no. 2 dan 5, UUPA.5 tahun 1960, TAP MPR no.11 tahun 2001 tentang pembaharuan agrarian, Nawacita jokowi distribusi lahan 12 juta hektar dikawasan hutan dan 9 juta, PP.86 tahun 2018 tentang Reforma Agraria).”Jelasnya

Sementara itu, Dedek Chaniago menambahkan, sehingga sampailah pihaknya.  akan melaksanakan acara Simposium Reforma Agraria Sumatera Selatan  tanggal 8 – 10 Desember 2019 di Bumi Perkemahan Lemcandika KM 5 Palembang, dengan berbagai rangkaian kegitan, antara lain:

1.Tanggal 8 sore petani masuk bumi perkemahan.

2. Malam Panggung Budaya Tani.

3. Tanggal 9 pagi pembukaan Simposium Reforma Agraria Sumatera Selatan dan Testimoni perampasan tanah serta kriminalisasi Petani dan Pejuang Tani.

4. Dilanjutkan diskusi Hak Azazi Petani.

5. Diskusi Kejahatan Koopirasi.

6. Bedah PP. 86 tahun 2018 tentang Reforma Agraria.

7. Musyawarah Besar KRASS.

8. Tanggal 10 deklarasi dan kemudian di lanjutkan dengan Aksi unjuk rasa ke Kantor BPN Sumsel dan kantor gubernur Sumsel.

Lanjutnya Dedek, bahwa progres Acara sampai saat ini: Peserta sudah 450 petani dari berbagai organisasi tani di kabupaten kabupaten yang sudah konfirmasi, targetan 500 petani. Narasumber yang dari Nasional SPI PUSAT, STN PUSAT, KPA PUSAT,  Jimmy z ginting, Eva Bande (Aktivis Agraria), Mantan KSP, dan DPRD PROPINSI SUMATERA SELATAN.

“Soal tempat, sudah fix dan sudah mulai pemasangan tenda mulai dari pagi tadi.”Tambahnya.‬”Tandasnya Dedek. (Jired)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed