oleh

Ayo Semangat … Implementasi Program KF, Ribuan Warga Sampang Masih Buta Huruf

-Berita-196 Dilihat
SAMPANG-JATIM, SriwijayaAktual.comPemerintah Kabupaten Sampang, Madura, melalui
Dinas Pendidikan (Disdik) setempat, harus bekerja lebih keras lagi untuk
mengentaskan tingginya angka buta huruf. Sebab, penduduk Kabupaten
Sampang, tercatat menjadi salah satu penyumbang tertinggi buta huruf di
Jawa Timur.
Berdasarkan data Disdik, dari 876.950 jiwa warga Sampang setidaknya
terdapat 51.068 jiwa yang tidak bisa baca tulis. Padahal, anggaran untuk
program Keaksaraan Fungsional (KF) yang diprakarsai Disdik Sampang,
kurang lebih mencapai 3 miliar rupiah dalam setiap tahunya.
Tatik, Kasi Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Disdik Sampang,
saat dikonfirmasi tidak mengelak jika sampai saat ini angka buta huruf
warga Sampang masih tinggi.
“Tahun ini kami targetkan 2000 warga belajar mendapatkan program KF,
sedangkan 49068 lainya akan kami bekali program KF untuk tahun
berikutnya secara bertahap,” terangnya, Sabtu (20/8/2016).
Dikatakan Tatik, dalam setiap tahunya, Disdik Sampang, melalui bidang
PNFI rutin menyelenggarakan program KF diberbagai kecamatan, kendati
demikian angka warga yang buta huruf masih terbilang tinggi.
“Dari angka 2000 warga belajar yang kami targetkan pada tahun ini,
sebagaian diantara mereka adalah warga belajar yang mengikuti program KF
lanjutan,” jelasnya.
Terpisah, menurut Guntur Wakil ketua komisi VI DPRD Sampang menilai,
tingginya angka buta huruf ini, diakibatkan dari pelaksanaan program KF
yang tidak maksimal. Sebab, program KF di lapangan diduga di laksanakan
secara serampangan.Terlebih pada tahun 2015 lalu  mencuat informasi
pelaksanaan program KF yang fiktif.
“Pelaksanaan program KF ini, harus kita evaluasi bersama, saya
khawatir pelaksanaanya dilaksanakan sebatas formalitas, sehingga setiap
tahunya angka warga Sampang yang buta huruf terus membengkak,” tegasnya.
Dikatakan Guntur, Pemkab Sampang, melalui Disdik setempat perlu
bergerak cepat untuk menekan tingginya angka butuh huruf, karena Ia
meyakini jika tingginya angka buta huruf di Sampang, menjadi bagian dari
tolak ukur tingkat kemiskinan, sehingga pihaknya memaklumi jika
Kabupaten Sampang selalu dinobatkan sebagai salah satu kabupaten
termiskin di Jatim.
“Sudah sangat jelas bahwa tingginya angka buta huruf akan menjadi
salah satu penyebab kemsikinan, oleh sebab itu pelaksanaan program KF
harus dibenahi dan tidak boleh dilakukan secara serampangan,” tandasnya.
Sekedar diketahui, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
Sampang, menunjukan, anggaran KF tahun 2012 lalu sebesar Rp 3 Miliar,
tahun 2013 Rp 3 Miliar. Sementara tahun 2014 dan 2015 masing-masing
dialokasikan Rp 3,2 Miliar. [*].

Sumber, Berita Jatim 

Komentar