Berita  

Ayo…Ayo Pijat, Mbah Nardi, Kais Rejeki dari “Pijat Urat Jalanan”

Mbah Nardi saat menggelar pijat jalanan di kawasan Jalan Gejayan Sleman. (Harminanto)

SLEMAN-DI YOGYAKARTA, SriwijayaAktual.com – MATAHARI tenggelam di ufuk barat, malam mulai menjelang di wilayah
Yogyakarta. Kaki renta seorang kakek mulai bergegas meninggalkan sebuah
kamar kost di kawasan Klebengan Sleman tepat seusai Adzan Isya
berkumandang. 
Sunardi (64) atau yang kerap disapa Mbah Nardi mulai bersiap
berangkat bekerja mengais rupiah. Bukan kantor ber AC yang dituju, namun
sebuah trotoar yang terletak di Jalan Gejayan tepat di depan sebuah
kampus swasta di kawasan tersebut menjadi lokasi menghabiskan malam bagi
simbah ini.
Mengayuh sepeda ontelnya, Mbah Nardi membawa serta sebuah spanduk
bertuliskan “Pijat Urut Jalanan” yang nanti dipasang menghadap arah
jalan saat ia menggelar alas sederhana untuk para pelanggan pijat yang
datang mengadu. Capek, keseleo dan stroke, ketiga hal inilah yang
berusaha disembuhkan Mbah Nardi saat mulai memainkan jari-jemarinya di
bagian tubuh pengguna jasa pijatnya. 
Seperti dilansir KRjogja.com, Selasa (29/8/2017) malam menyempatkan menjajal langsung
pijatan kakek yang menyebut diri sebagai tukang pijat urut jalanan ini.
Terlebih, saat ini bagian leher sedang mengalami masalah akibat salah
posisi tidur. 
Mulailah tanya jawab saya lakukan sebelum Mbah Nardi memulai pijatan,
mulai bagaimana sebaiknya posisi duduk hingga tarif yang diberlakukan
simbah tujuh cucu ini pada pelanggan yang datang meminta jasa. 
Menjadi tukang pijat urut jalanan di Jalan Gejayan ini ternyata mulai
dilakukan Mbah Nardi sejak masa puasa kemarin setelah sebelumnya
menerima panggilan di wilayah Umbulharjo. Meski penghasilan tak pernah
pasti, namun Mbah Nardi merasa menikmati perjalanan tersebut sebagai
bagian dari hidupnya. 
“Lebar Isya budhal saking kos Klebengan, mangke mijet ngantos jam
setunggal nembe wangsul. Nggih saged mijet 4-5 tapi nggih boten mesti.
(Setelah Isya berangkat dari kost di Klebengan, nanti mijat sampai jam
satu malam baru setelah itu pulang. Bisa mijat 4-5 orang tapi ya tidak
tentu juga),” sambungnya. 
Pijatan Mbah Nardi pun terhitung cukup enak terlebih apabila kita
punya keluhan di tubuh. Ramuan parem kocok yang dibuat sendiri pun
melengkapi proses pemijatan jalanan ini. 
“Pun sik pundi malih sik taksih kerasa boten penak. Nek sampeyan
meneng mawon kulo nggih boten ngerti, nek sampeyan muni mangke kulo
dandani. (Sudah yang mana lagi masih terasa tidak enak. Kalau kamu diam
saja saya tidak tahu, tapi kalau kamu bilang nanti saya bisa
membetulkan),” ungkapnya pada pelanggan yang dipijat. 
Pertanyaan tersebut akan terus ditanyakan Mbah Nardi hingga sang
pasien merasa jauh lebih baik dibandingkan saat awal datang. “Tujuannya
kan membuat sehat, jadi kalau belum sehat ya lanjut terus,” imbuhnya
tersenyum. 
Kini di usia yang telah menginjak 64 tahun, Mbah Nardi pun bertekad
untuk terus memijat dan membantu orang lain hingga raganya tak lagi
mampu. Ia pun berharap semakin banyak orang terbantu dengan
keberadaannya sebagai tukang pijat urut jalanan. 
Nah, kalau ingin merasakan pijat jalanan Mbah Nardi silahkan ke Jalan
Gejayan setiap malam hari atau hubungi saja nomor kontak di
081804296439. (Fxh)

Spesial Untuk Mu :  Udah to? Usai Lamaran, Syahrini dan Reino Barack Menikah Bulan Ini?