oleh

Babeh Ridwan Saidi: Iyo…Mano Buktinyo Lur Kalau Beno Nian Ado Kerajaan Sriwijaya :)

Babeh Ridwan Saidi: Iyo…Mana Buktinya Jika Benar Nian Ada Kerajaan Sriwijaya 🙂

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Budayawan Betawi Ridwan Saidi mengaku heran bakal dilaporkan ke polisi terkait pendapatnya tentang Kerajaan Sriwijaya fiktif. Sebab Ridwan mengaku pendapat itu berdasarkan kajian-kajian yang dia pelajari selama ini.

“Saya
siap aja kalau dilaporkan. Ini kan masalah keilmuan. Saya tidak bicara
di luar itu. Ini kan masalah ilmiah, kalau masalah ilmiah dipidanakan
itu saya enggak ngerti nganut sistem hukum apa,” ujar Ridwan kepada CNNIndonesia.com, Rabu (28/8/2019).

Ridwan
mengatakan selama ini telah mempelajari prasasti-prasasti sejarah di
Indonesia, termasuk prasasti di Sumatera Selatan. Salah satu prasasti
yang dijadikan dasar tentang peninggalan Kerajaan Sriwijaya, yakni
prasasti Kedukan Bukit.

Menurut Ridwan, aksara dalam prasasti itu berbahasa Armenia, bahasa yang
digunakan sebagian ras atau bangsa Arya. Selain itu ada tiga prasasti
lain yang dijadikan dasar para peneliti sejarah maupun arkeolog mengenai
keberadaan Kerajaan Sriwijaya.
“Mereka gunakan empat prasasati sebagai dasar (Keberadaan Sriwijaya).
Prasasti Kedukan Bukit, Talang Igo, Telaga Tuwo, dan Bukit Kapur.
Keempat itu sama sekali tidak mendukung klaim mereka atas keberadaan
Sriwajaya,” ujar Ridwan.

“Saya sudah mempelajari prasasti-prasasti di Indonesia. Sudah saya bukukan, judulnya Rekonstruksi Sejarah Indonesia.
Kebanyakan mereka salah memahami aksara atau bahasa dalam prasasti.
Mereka banyak yang ngelantur,” ujar penulis buku Babad Tanah Betawi ini.

Lebih
jauh Ridwan menilai keberadaan Kerajaan Sriwijaya harus dibuktikan oleh
para peneliti, sejarawan maupun arkeolog. Mereka sudah mengeluarkan
tesis tentang Kerajaan Sriwijaya, maka tesis itu harus disertai bukti
sahih.

“Mereka kan keluarkan tesis ada Kerajaan Sriwijaya.
Buktinya mana? Bukti-buktinya saya patahkan semua. Mereka mengatakan
Sriwijaya ada, ya mereka yang harus bisa membuktikan kerajaan itu ada,
bukan saya,” kata Ridwan.

Untuk itu Ridwan juga tak masalah jika harus membuktikan pendapatnya
dalam sebuah forum resmi atau akademis. Menurutnya berdiskusi dalam
sebuah forum menjadi lebih bagus untuk membuktikan kebenaran.

“Jadi
tinggal dibantah pendapat saya. Kalau mau diuji silakan diuji. Kita mah
siap aje, lebih bagus begitu. Saya siap menghadapi forum akademis
apapun juga,” ucapnya.

Berita Terkait: Sebut Kerajaan Sriwijaya Fiktif, Babeh Ridwan Saidi Akan DiPolisikan

Sebelumnya Ridwan Saidi atau akrab disapa
Babe Ridwan dalam dua video di kanal Youtube menyebut Kerajaan Siriwjaya
adalah fiktif dan cuma sekelompok bajak laut.

Kedua video yang
berisi pernyataan Ridwan Saidi tersebut diunggah oleh akun Macan
Idealis. Video pertama berdurasi 15 menit diunggah pada 23 Agustus 2019
dan telah ditonton sebanyak 222.284 kali, sedangkan video kedua
berdurasi 20 menit diunggah pada 25 Agustus 2019 dan telah ditonton
81.626 kali.

Mengenai itu, Yayasan Kebudayaan Tandipulau bakal melaporkan Ridwan dan akun Macan Idealis ke polisi.

Baca Juga: Siapo Jugo Nian Sich Babeh Ridwan Saidi ini ni? Caknyo Lihai Nian… 🙂

Ketua
Yayasan Tandipulau Erwan Suryanegara mengatakan sejarah dan bukti
keberadaan Kerayaan Sriwijaya sudah dikaji baik secara lokal, nasional,
maupun masyarakat internasional. Bukti artefaktual arkeologis berupa
arca, prasasti, serta candi pun sudah membuktikan adanya kerajaan
tersebut.

Sehingga, Erwan menilai pernyataan yang disampaikan
Ridwan di dalam kanal Youtube yang dikelola oleh Vasco Ruseimy tersebut
dinilai tidak berlandaskan fakta sejarah. [*]

Wes..Wes, Refress Dulu, Lihat Juga Video Pendek Mantab & Gokil Dibawah ini;

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya