oleh

Bakar Lahan Tradisi Warga Buka Lahan Baru, Pemkab.PALI akan Jadikan ini Peluang dengan Perankan BUMDes

Antisipasi & Pencegahan Karhutlah di Kab PALI
Karhutlah (Ilus/Net)

PALI-SUMSEL, SriwijayaAktual.comTerkait upaya Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutlah) Tahun
2017 di wilayah Kabupaten
Penungkal Abab Lematang Ilir (PALI), Provinsi Sumatera Selatan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten
PALI
Junaidi Anuar 
SH M.Si, mengatakan,
untuk menanggulangi dan mencegah Karhutlah secara sengaja maupun tidak
sengaja, BPBD  Kabupaten PALI terus berupaya memberikan sosialisasi dan
himbauan kepada masyarakat  supaya tidak membakar hutan dan lahan.

“Selain merugikan masyarakat banyak secara materil, Karhutlah  juga akan
mengundang penyakit, yakni salah satunya penyakit ISPA, karena
kebakaran pasti menimbulkan asap yang berbahaya terhadap kesehatan.
“Katanya saat dikonfirmasi, Senin (28/8/2017).
Pihaknya juga  bertindak tegas apabila kedapatan masyarakat yang membakar
hutan dengan sengaja, yakni diberi sanksi tegas dengan Denda dan Hukuman
Pidana.

“Mengakui bahwa tindak Karhutlah secara sengaja memang tidak dapat
pungkiri rawan terjadi. Masyarakat Kabupaten PALI mayoritas petani
karet, kebiasaan masyarakat membuka lahan dengan membakar hutan memang
sulit dihentikan, karena sudah menjadi tradisi. Oleh karena itu tidak
henti-hentinya, selaku BPBD gencar-gencarnya memberikan himbauan dan
sosialisasi kepada seluruh masyarakat khususnya di daerah pedesaan,
dengan memberikan sosialisasi melarang dan dampak membuka lahan dengan
cara membakar hutan.
“Tuturnya Junaidi. 
Kepala BPBD, Junaidi Anuar S.H M.Si (Ist)
Lanjutnya Junaidi, Upaya  mengantisipasi kejadian tersebut, BPBD Kab.PALI  selalu siap 24
jam menanggulangi bencana kebakaran maupun bencana lainnya, dan kita
juga mempunyai moto, yakni Tanggap, Tangkas, Tangguh (3T).

“Selain itu juga,  BPBD Kab.PALI  bekerja sama dengan aparat penegak hukum,
seperti Kepolisian dan TNI setempat serta steakholder lainya. Apabila
masyarakat yang kedapatan membuka lahan dengan sengaja membakar hutan,
harus ditangkap sesuai dengan aturan yang ada.
“Tegasnya.

Menurut Junaidi, salah satu cara untuk mencegah membuka lahan dengan cara membakar,
meminta serta menyarankan  masyarakat harus menebang kayu atau pohon
satu-persatu, kemudian kayunya dipotong terus dijual. Dengan cara ini
tentunya masyarakat akan mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan
kayu tersebut.

“Di  pedesaan, karena Kepala Desa memiliki Badan Usaha Milik Desa
(BUMDes) dan ini adalah peluang, jika  penebangan pohon atau kayu  itu
diambil atau dikelola oleh pengurus BUMDes, tentunya menambah hasil
pendapatan desa. Oleh sebab itu Pemkab.PALI melalui BPBD Kab.PALI akan koordinasikan dengan
pihak aparat desa Kab.PALI untuk turut berperan aktif pencegahan Karhutlah.”Tandasnya. (red/lintasperistiwa)


Komentar