Pasang Iklan Murah disini
Berita  

Bareskrim Polri Terbitkan SPDP, Dua Pimpinan KPK Jadi Tersangka?

Ilustrasi

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Bareskrim Polri telah menerbitkan surat pemberitahuan
dimulainya penyidikan (SPDP) kepada terlapor Ketua KPK Agus Rahardjo dan
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. SPDP tersebut dikeluarkan tertanggal 7
November 2017 oleh Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri.

Kepala
Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung RI Muhammad Rum
membenarkan perihal SPDP tersebut. Kejaksaan kata Rum, baru menerima
SPDP atas dugaan tindak pidana pembuatan surat palsu dan menggunakan
surat palsu pada Rabu siang tadi.

“Ya sudah terima SPDP tersebut tadi siang,” ujar Rum melalui pesan singkat pada Republika.co.id di Jakarta, Rabu (8/11/2017).

Sebelumnya
Kuasa Hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi mengklaim laporan yang
dibuatnya pada 9 Oktober 2017 ke Bareskrim Polri dengan terlapor di
antaranya Saut Situmorang dan Agus Raharjo telah diproses kepolisian.
Hal tersebut ditunjukkan melalui Surat Pemerintah Dimulainya Penyidikan
(SPDP) yang menurutnya dikeluarkan Bareskrim Polri.

“Ini sekarang
statusnya sudah penyidikan dengan diduga dilakukan oleh Saut dan Agus
Rahardjo,” ujar Fredrich sembari menunujukkan SPDP tersebut di Bareskrim
Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (8/11/2017).
“Dan saya harap dalam
waktu tidak terlalu lama berkas ini bisa dilimpahkan ke kejaksaan dan
segera disidangkan,” kata Fredrich menambahkan.
Fredrich menuduh
terlapor dengan Pasal 263 dan pasal 421 juncto 23 KUHP, dengan tuduhan
membuat surat keterangan seolah benar dan penyalahgunaan kekuasaan dalam
menjalankan tugas tindak pidana korupsi. Fredrich pun mengklaim telah
menyertakan bukti-bukti kasus tersebut. Namun, dia enggan membeberkan
bukti tersebut.
“Bukti dari kita kami sudah diserahkan, kita
tidak bisa buka itu karena mempengaruhi pemeriksaan. Yang penting
sekarang gini tidak ada kekebalan hukum di sini. Saya bisa buktikan
bahwa ada pelanggaran yang dilakukan oleh oknum-oknum KPK,” kata dia.

Baca Juga ini: Nah! Pengacara ini Ancam Pidanakan KPK Jika Jadikan Setnov Novanto Tersangka

Kasus
penyalahgunaan jabatan dan pembuatan surat tersebut, menurut Fredrich
juga berkaitan terhadap kasus dugaan korupsi KTP-elektronik (KTP-el)
yang melibatkan Setya Novanto.
Spesial Untuk Mu :  Menteri BUMN Rini Soemarno Pamer BUMN Mampu Ciptakan 1 Juta Lapangan Kerja
“Oh iya jelas semuanya (berkaitan). Suratnya banyak yang tidak benar.
Karena saya yakin penyidik sudah dapatkan bukti autentik semua,” kata
Fredrich.

Fredrich juga mengklaim SPDP Bareskrim terkait
penyidikan Saut Situmorang dan Agus Raharjo telah diteruskan ke KPK.
“Mereka (KPK) bertindak seolah-olah legislator padahal mereka hanya
pelaksana hukum kadang mereka lupa daratan, Itu lah yang buat mereka
terjerat masalah pidana,” kata Fredrich.

Sementara dari pihak
Polri sendiri belum bersedia mengonfirmasi terkaitan penerbitan SPDP
dari Bareskrim tersebut. “Silakan konfirmasi ke Kadiv Humas ya,” kata
Direktur Tindak Pidana Umum Polri Brigjen Herry Rudolf Nahak saat
dikonfirmasi Republika.co.id.

Dalam SPDP yang ditunjukkan Fredrich kepada wartawan, Rudolf sebagai penanda tangan selaku penyidik. [*]