oleh

Begini Cara Pebisnis Empedu Kobra …

loading...

#Begini Cara Pebisnis Empedu Kobra Selamat dari Gigitan Ular Berbisa

MOJOKERTO-JATIM, Sriwijaya Aktual – Muhammad Arifin (43) sudah 6 tahun menekuni bisnis empedu ular kobra. Warga Kabupaten Mojokerto ini mempunyai cara khusus agar selamat dari gigitan ular berbisa tersebut.

loading...

Arifin akrab disapa Cak Bulus di kampungnya. Di usianya yang hampir setengah abad, dia masih berpenampilan seperti anak muda. Salah satunya, rambut bapak 3 anak ini dicat pirang.

Namun, di balik penampilannya yang nyentrik dan cara bicaranya yang lucu, Arifin piawai menangani ular kobra. Menangkap ular kobra dari sangkar dengan tangan kosong, sudah menjadi rutinitas Cak Bulus. Dia hanya memakai sarung tangan kain setiap menangkap kobra.

Selama enam tahun, alhamdulillah baru satu kali saya digigit kobra,” kata Arifin kepada wartawan di rumahnya, Dusun Tunggulmoro, Desa Kutoporong, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, Selasa (16/6/2020).

Beruntung gigitan kobra tidak berakibat fatal bagi Arifin. Saat itu, dia merasa detak jantungnya melemah. Dia lantas menghisap bekas gigitan di tangannya menggunakan mulut.

“Juga saya tempelkan keris warisan kakek saya ke bekas gigitan. Kemudian saya minum empedu kobra sebagai penawar racun. Alhamdulillah sembuh,” ungkapnya.

Keris pusaka tersebut, diyakini Arifin mempunyai kekuatan magis. Karena keris itu warisan kakeknya yang berprofesi sebagai pemburu ular.

“Keris ini punya kekuatan. Kakek saya dulu pemburu ular,” imbuhnya.

Untuk mengambil empedu kobra, Arifin dibantu anak buahnya yang piawai menangkap ular berbisa. Pria bernama Sarito (60) itu sudah berulang kali digigit ular kobra. Namun, bisa atau racun ular tersebut mampu dikalahkan dengan cara yang sama.

Setiap tergigit kobra, Pak Sarito selalu meminum empedu kobra sebagai penawar racun,” jelasnya.

Untuk mengonsumsi empedu kobra yang masih segar ternyata cukup ekstrem. Kobra yang masih hidup, disembelih untuk diambil darahnya. Darah kobra dituangkan ke gelas kecil.

Untuk mengurangi rasa darah, Arifin mencampurnya dengan madu asli. Barulah empedu kobra diambil dari bagian dekat ekor ular. Sebiji empedu itu dicampur ke dalam darah dan madu, lalu diaduk dan diminum.

Keuntungan yang diraup Arifin dari bisnis empedu kobra rupanya tak sebanding dengan risiko tergigit ular berbisa tersebut. Rata-rata dia hanya mendapatkan keuntungan Rp 15 ribu dari setiap ular kobra.

Karena empedu kobra dia jual Rp 25 ribu per biji. Sedangkan seekor kobra dia beli dari para pengepul Rp 10 ribu per ekor.

“Mau bagaimana lagi, saya tidak punya pekerjaan lain. Tergigit kobra sudah menjadi risiko pekerjaan saya,” tandasnya.

Rata-rata dalam sebulan, Arifin mampu menjual 50 biji empedu kobra. Omzetnya sekitar Rp 1.250.000.

Arifin juga menjual daging bekicot, biawak dan katak. Omzet dari seluruh bisnis tak biasa ini mencapai Rp 20 juta dalam sebulan. Dia kini mempekerjakan 3 karyawan. (detik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed