Jumat, 20 Mei 2022
Pasang Iklan Murah!
oleh

BEM PTAI Nilai Aksi Bela Rakyat 121 Lebay

-Berita-203 Dilihat
Foto/Dok/BetuahP; Aksi Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Riau di depan gedung DPRD Provinsi Riau (12/1/2017),
JAKARTA, SriwijayaAktual.com  – Rencana  aksi Badan
Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang akan berlangsung Kamis (12/1/2017 ) dinilai oleh BEM Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) lebay atau 
berlebihan serta Aksi tersebut dinilai tendensius.
Hal tersebut dikemukakan Presidium Nasional Forum Komunikasi BEM
PTAI, Najmutsakib di Jakarta, Rabu (11/1/2017). Najmutsakib menyayangkan
Seruan Aksi bela rakyat  121 yang digagas oleh BEM SI. Menurut Najmu, menempatkan
posisi mahasiswa sebagai tandem kritis pemerintah juga harus adil sejak
dalam pikiran. “Isu yang disorot kan soal harga-harga yang mendadak
naik, harusnya ya dievaluasi. Bukan ujug-ujug bikin seruan Reformasi
Jilid II. Itu kan lebay. Adil lah sedikit”, tandasnya.

Lebih lanjut, Najmu mengatakan, jangan sampai urusan yang begini ini
diseret-seret untuk memantik disintegrasi. “Konsolidasi demokrasi ini
harus dikawal menuju pendewasaan. Kalau dikit-dikit revolusi,
dikit-dikit reformasi, kita kan jadi curiga. Jangan-jangan ini politis,”
tambahnya.

Baca Juga; Jelang Aksi Bela Rakyat 121, #MahasiswaPintaritudialog Bergema di ……

Forkom BEM PTAI himbau mahasiswa untuk kritis, namun tetap menjadikan
independensi sebagai jubah kemerdekaan berpikir mahasiswa. Persoalaan
bangsa harus diselesaikan dengan kepala dingin. Dengan duduk bersama,
tidak saling menyalahkan, lempar masalah sembunyi tangan.

Kita bangsa yang berbudaya dan beretika, banyak kelompok yang semakin
membuat kegaduhan membuat kenyaman menjadi terganggu.  “Kami berharap,
pemerintah harus mempunyai sensitifitas sosial dan kepekaan, agar segala
persoalan tidak menjadi bola salju, yang semakin hari semakin membesar,
jika pemerintah hanya saling tuding, tidak ada solusi yg jelas,”
katanya.

Baca Juga Ini;  Ratusan Mahasiswa Dari Aliansi BEM se Sumsel, Aksi Unjuk Rasa Kritik Kebijakan Pemerintah Pusat

Najmu menambahkan, ia berharap mahasiswa sebagai kaum intelektual
tidak menanggalkan idealismenya hanya untuk kepentingan sesaat,
pragmatis dan oportunis. “Kita harus berfikir jernih dan menetralkan
setiap gejolak agar tidak dimanfaatkan oleh oknum sesat yang hanya
memecah bangsa,” ujarnya. (Ati/krjog)

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya