oleh

BIN dan Intelijen TNI saja Tenang, kok Bisa-bisanya Polisi Sebut Ada Indikasi Makar?

-Berita-215 Dilihat
JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Indonesia Police Watch (IPW) merasa heran dengan sikap kepolisian
yang kembali menghembuskan isu makar. Terlebih, isu tersebut saat ini
ditujukan untuk tokoh umat Islam Tanah Air, Sekretaris Jenderal Forum
Umat Islam (FUI), KH Muhammad Al Khaththath.
Kata Presidium IPW, Neta S Pane, dengan begitu, ada dua kelompok yang
dituduh polisi hendak melakukan aksi makar. Pertama, beberapa tokoh
kelompok nasionalis yang ditangkap sehari sebelum Aksi Bela Islam 2
Desember 2016, kedua Al Khaththath, tokoh Islam.
“Sekarang polisi kembali menangkap sejumlah tokoh Islam dengan
tuduhan makar. Jika mengikuti pola pikir Polda Metro berarti ada dua
kelompok yang hendak melakukan makar, yakni kelompok nasionalis dan
kelompok agama,” papar Neta dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (31/3/2017).
Penangkapan Al Khaththath dan beberapa aktivis malam tadi, Kamis
(30/3/2017), tentunya menimbulkan pertanyaan. Sebab, kasus dugaan sebelum
yang menjerat salah satunya, Hatta Taliwang, hingga kini belum juga
rampung.
“Anehnya lagi hingga kini para tokoh nasionalis yang pernah ditangkap
dengan tuduhan makar tidak jelas keberadaan kasusnya. Bahkan, sampai
sekarang belum dilimpahkan ke kejaksaan,” sindirnya.
Berita Terkait: Inisiator Aksi ‘313’ Sekjen FUI M. Al-Khathath Diringkus Aparat Polisi Atas Dugaan Makar
Lebih anehnya lagi, sambung Neta, pihak TNI yang juga memiliki
pasukan intelijen justru tenang-tenang saja. Bahkan, Badan Intelijen
Negara (BIN) pun tidak memberi sinyal apa-apa.
“Tapi kenapa TNI tenang-tenang saja? Kenapa BIN tidak memberi sinyal
bahwa negara sudah gawat dengan adanya kelompok nasionalis dan agama
hendak melakukan makar?” tanya dia.
Sebab itu, sambung Neta, polisi harus menjelaskan secara transparan
bagaimana nasib kasus makar yang menimpa tokoh-tokoh nasionalis, dan
bagaimana nasib bap Al Khaththath dan para aktivis yang sudah
ditangkap. (aktual)

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya