oleh

Bir Hitam Cocok Dipadukan dengan Kuliner Nusantara, Apaan ya? :)

-Berita-627 Dilihat
Chef Selebriti Renatta Moeloek

Dari Rendang
sampai Rawon Pakai Bir Hitam? Kenapa nggak

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Siapa
bilang minum bir nggak bisa disandingkan dengan kuliner Nusantara.
Justru hampir semua makanan Indonesia yang kaya rempah dan sangat
aromatik sebenarnya sangat cocok dipadukan dengan bir hitam (stout).
Fakta inilah yang dilontarkan Chef Selebriti Renatta Moeloek dalam
acara Guinness Food Pairing Experience baru-baru ini di bilangan
Kuningan, Jakarta Selatan. Menurut salah satu juri Masterchef Indonesia
ini, hampir semua kuliner Nusantara, baik makanan berat maupun ringan,
termasuk makanan rumahan, bisa lebih kaya rasa jika dicampur bir hitam.
Apalagi makanan yang menggunakan gula merah dan kelapa. 
“Saya pernah membuat semur lidah menggunakan Guinness. Itu sudah
sangat gampang karena sudah ada kecap manis, ada rasa fermentasi
kedelai. Lalu dipadu dengan bir hitam, membuat rasa kecap manisnya jauh
lebiih roasty lagi dan itu realy good,” ungkap Renatta yang juga penggemar bir hitam. 
Bahkan menurutnya, semua jajanan pasar di Indonesia yang menggunakan
gula merah bila dicampur Guinness Foreign Extra Stout (Guinness FES)
bisa jadi enak banget lho. Kok bisa? Karena begitu gula merah dicampur
dengan bir hitam, maka rasanya akan lebih kuat. “Apalagi jajanan pasar
banyak menggunakan kelapa, jadi ada refreshing lagi,” lanjutnya.
Bukan cuma semur, rawon pun bila dicampur bir hitam, maka rasanya juga akan jauh lebih roasty.
Begitu juga dengan makanan tradisional Bali seperti seafood bakar
Jimbaran. Jadi jangan heran jika makanan rumahan atau jajanan pasar jika
dicampur Guinness, bakal memberikan sensasi baru cita rasa.
Lantas, bagaimana dengan rendang? Menurut Renatta, food pairing dengan bir hitam itu ada yang saling memadukan satu sama lain dan ada juga yang saling beririsan (cut). Karena rendang di setiap daerah di Indonesia berbeda-beda. Ada yang kuat rasa pedas, tapi ada juga yang justru dominan manis.
Menurutnya, untuk rendang yang cenderung manis, jika ditambah bitter sweet dari Guinness maka akan tambah yummi. Nah jika rendang itu pedas, rasanya akan beririsan dengan Guinnes yang foreign extra, maka rasa rendang itu akan menjadi lebih sensasional.
“Misalnya kita makan rendang yang pedas, itu kan bisa terasa panas di
lidah atau tenggorokan. Nah ketemu Guinnes yang sama-sama kuat, maka
akan saling beririsan, tapi smooth finish. Jadi pedasnya begitu
ketemu Guinness, akan turun. Begitu juga sebaliknya, rasa Guinnes akan
turun begitu ketemu rasa pedas,” paparnya.
Itu sebabnya bir hitam paling cocok dipadukan dengan makanan panggang karena rasa Guinness yang paling menonjol adalah roasty malt yang dipanggang sedemikian rupa sehingga muncul rasa umami (gurih).
Sementara Guinness Brand Manager Bayu Hanandhika mengatakan, program
Guinness Food Pairing Experience ini untuk kedua kalinya digelar. Tahun
lalu, Guinness memperkaya pengalaman yang berbeda dengan memadukan
Guinness FES dengan kuliner Nusantara.
Tahun lalu antusiasme konsumen begitu besar. Setelah mendapat masukan
dari restoran dan bar, pihaknya pun memperluas jenis makanan yang bisa
dipadukan dengan Guinness.
Tahun ini, Guinness kembali memperkaya pengalaman citarasa penggemar
kuliner di Indonesia, memadukan Guinness FES dengan empat jenis makanan
ringan populer yang telah dipilih para followers Renatta di akun
instagramnya.
“Skala kita perbesar dan jenis makanan kita tambahkan dari yang semula Indonesian Food sekarang kita tambah dengan sesuatu yang simple dan gampang seperti finger food (makanan yang bisa digenggam),” ujar Bayu.
Alasan memilih finger food setelah mendapat masukan dari konsumen dan faktor kemudahan. Sebab, hampir di semua restoran atau bar dipastikan ada finger food seperti french fries, chicken wings, dan nachos. “Jadi kita merasa ini adalah padanan yang tepat untuk dibawa sebagai campaign Guinness,” lanjut Bayu.
Selain sangat cocok, padanan antara bir hitam dan finger food dinilai saling melengkapi dan membuat cita rasa makanan semakin memberikan pengalaman berbeda bagi pecinta kuliner Tanah Air.
Oh iya, tahun ini Guinness juga mengundang Renatta untuk pergi ke
acara Guinness x Meatopia 2019 yang diselenggarakan di Dublin, Irlandia,
pada 5-7 Juli 2019 untuk mengeksplorasi berbagai jenis makanan yang
disajikan bersama Guinness FES.
Event ini merupakan salah satu festival makanan paling terkenal di
Dublin yang akan menghadirkan para chef terbaik asal Irlandia maupun
manca negara untuk membuat makanan terbaik dan disajikan bersama
Guinness FES.
Nah untuk berbagi pengalaman ini kepada penikmat Guinness di Jakarta,
Guinness akan menyelenggarakan Guinness Food Experience Festival
(G-Fest), Oktober mendatang. Di acara ini Renatta akan berbagi
pengalaman mengikuti Guinness x Meatopia 2019 melalui masakannya.
Bukan cuma itu, ajang G-Fest juga bakal mengundang chef terbaik dari
berbagai restoran ternama di Indonesia. Mereka akan bersaing untuk
menyandang gelar “Perfect Match for Guinness”. Serunya lagi acara ini
terbuka untuk umum, media, atau siapa pun yang dapat mengeksplor dan
mencoba makanan dipadukan dengan Guinness FES.
Tapi yang tetap perlu diingat, bir sejatinya minuman orang dewasa.
Karena itu mengonsumsinya juga harus bertanggung jawab. Sebagai
informasi nih, untuk minuman mengandung alkohol memiliki aturan (legal drinking) yakni harus berusia di atas 21 tahun.
“Yang penting kita tahu batasnya. Konsumen harus tahu dirinya
sendiri. Batasnya sejauh mana. Bagaimana cara mengonsumsi alkohol secara
bertanggung jawab,” tegas Bayu kepada Brilio.net.
Jadi, mengonsumsi bir hitam bisa saja dipadukan dengan makanan yang
kamu suka, asal minumnya dengan cerdas dan bertanggung jawab ya. (brl/red)

Komentar