oleh

Boy Sadikin Teteskan Air Mata Saat Dikunjungi Anies-Sandiaga Uno di Rumahnya

Boy Sadikin (Tengah) @detik
JAKARTA, SriwijayaAktual.com  – Pasangan Calon Gubernur dan
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno
mengunjungi rumah mantan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
(PDIP) Boy Sadikin di Jalan Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat malam
(23/9/2016).
Boy Sadikin terlihat meneteskan air mata saat pasangan yang diusung
oleh partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut
menemuinya seusai mendaftar dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI
Jakarta di Salemba.

Anies dan Sandiaga tiba di rumah tersebut bersama ratusan
pendukungnya yang menyambut dan bersorak sorai dengan penuh semangat.
Anies dan Sandiaga secara bergantian memeluk Boy Sadikin dengan penuh
haru.
Anies dan Sandiaga diajak memasuki ruang kerja yang dulu digunakan
oleh almarhum Ali Sadikin merumuskan konsep pembangunan Jakarta. Boy
Sadikin mengatakan sangat terharu karena masih ada Cagub dan Cawagub
yang menghargai hasil dari kepemimpinan bapaknya, yakni Ali Sadikin.
“Saya terharu dengan kedatangan Anies dan Sandi yang masih mengenang
dan mau berkunjung rumah yang dulu didiami sama almarhum bapak saya,”
kata Boy Sadikin, sambil mengusap air matanya.
Boy juga memberikan buku kepada Sandiaga berjudul Gita Karya yang berisikan pembangunan yang dilakukan selama 11 tahun menjadi Gubernur DKI Jakarta.
“Buku itu ditulis bapak saya setelah selesai masa jabatannya. Buku
tersebut berisikan apa yang telah dibangun selama 11 tahun memerintah.
Dan diharapkan ada konsep yang dapat diterapkan pasangan Anies dan
Sandi,” kata Boy Sadikin.
Berita Terkait; Ini Strategi Anies-Sandiaga, Siap Untuk ‘Pecundangi’ Ahok di Pilgub DKI Jakarta 2017
Boy Sadikin merupakan anak dari mantan Gubernur DKI Jakarta, almarhum
Ali Sadikin yang menyatakan keluar sebagai kader PDIP karena kecewa
dengan keputusan PDIP memilih Basuki Tjahaja Purnama sebagai calon
gubernur. Surat pengunduran dirinya yang ditujukan kepada Ketua Umum DPP
PDIP, Megawati Soekarnoputri pada 21 September 2016. (*).

Sumber : Antara

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya