oleh

Brimob, Pasukan Elit Beda dari Polisi Biasa, Bersenjata Berat Dilatih Seperti…

loading...

Brimob, Pasukan
Elit Beda dari Polisi Biasa, Bersenjata Berat Dilatih Seperti Tentara, Terjun
Langsung Buru Teroris Hingga Pelosok Indonesia
 

loading...

SriwijayaAktual.com – Sebagai pasukan elit, Brimob (Brigadir Mobil) tidak mengenal istilah mundur.  
Maka, tidak mengherankan apabila dalam setiap pelaksanaan tugas di berbagai operasi, Brimob menjadi yang terdepan.
Personel Brimob selalu berupaya keras dengan berbagai cara dan akal, menuntaskan tugas secara aman dan sukses.
Di dalam struktrur organisasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Brimob berada langsung di bawah Kapolri.
Sebagai informasi, Brimob merupakan unsur pelaksana utama pusat yang mempunyai spesifikasi tugas berbeda dengan polisi umum.
Perbedaan itu sesungguhnya sudah terlihat dari tampilan Brimob yang lebih mencirikan sebagai unit paramiliter.
Mulai dari fisik, seragam, dan kelengkapannya.
Namun demikian, meski bersenjata berat dan dilatih seperti tentara, Brimob tidak melupakan esensi dasarnya sebagai polisi.
Brimob selalu mengedepankan nilai-nilai kepolisian sebelum mengambil tindakan tegas.
Diketahui, Brimob pernah diturunkan untuk merebut kembali lapangan
terbang perintis di Kapeso, Papua yang diduduki kelompok bersenjata
(2010).
Selain itu, Brimob bersama Detasemen Khusus 88 juga pernah menggerebek rumah teroris di sejumlah wilayah di Tanah Air,.
Ya, perlu digarisbawahi, dua tindakan di atas dilakukan Brimob dengan selalu mengedepankan tindakan persuasif.
Karena sifatnya yang demikian, Brimob tidak dikirim untuk membunuh,
tapi melumpuhkan untuk kemudian ditangkap dan diajukan ke meja
persidangan lengkap dengan barang bukti.
Hingga saat ini, Brimob membawahi sekitar 31 Satuan Brimob Daerah yang ditempatkan di seluruh wilayah Nusantara.
Penempatannya
secara organik di bawah komando Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda)
dengan pembinaan tetap di bawah Mako Brimob, dalam hal ini adalah kepala
Korps (Kalkor) Brimob.
Sejak Polri tidak lagi bernaung di bawah TNI, Brimob memang mengalami sejumlah pembenahan dan perubahan.
Jadi polisi namun bercirikan paramiliter, membuat banyak yang menilai Brimob seperti tentara.
Sesungguhnya Brimob adalah personel polisi dan semua tindakannya selalu berdasarkan prosedur kepolisian.
Khususnya, ketika Brimob diturunkan untuk menangani masalah terorisme seperti yang terjadi di sepanjang bulan Mei 2018.

(Sumber: Majalah Commando No. 1 Tahun 2010)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed