oleh

Buktikan Tak Cocok Pimpin BUMN, Aktivis Tionghoa Bongkar Kegagalan Ahok Pimpin Perusahaan Keluarga

loading...

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah menunjuk
mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi
Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina.
Pengangkatan Ahok menjadi Komut di Pertamina menjadi pro dan kontra di
beberapa kalangan. Seperti anggota Komunitas Tionghoa Anti Korupsi
(Komtak), Zeng Wei Jian. Zeng menolak Ahok diangkat menjadi Komut di
Pertamina.

loading...

Zeng mengatakan, ia menolak Ahok masuk ke BUMN walaupun ia juga sepakat
bahwa seseorang yang sudah menjalani hukuman terhadap apa yang diperbuat
tidak fair jika masih terus dihakimi.

Jadi secara hukum secara konstitusi saya gak melihat ada masalah dengan
rekruitmen Ahok ini. Secara hak asasi manusia dan politik  sebagai warga
negara tidak,” kata Zeng Wei Jian di Jakarta Selatan, Minggu (24/11/2019).

Aktivis Tionghoa tersebut membeberkan alasan menolak Ahok. Ia mengaku
sepandapat dengan pernyataan ekonom senior, Rizal Ramli. Saat itu Rizal
Ramil menyebut  Ahok tidak mempunyai pengalaman di state corporate.

“Faktor kedua baru hubungan rasional. Menurut pendapat saya pribadi dan
sependapat dengan bang Rizal Ramli bahwa Ahok gak punya pengalaman di
state corporate,” tegasnya.

Tak hanya itu, Zeng pun membeberkan ketidaksetujuannya Ahok masuk di
perusahaan BUMN lantaran Ahok memiliki history yang buruk di perusahaan
keluarganya.

Di mana, Ahok, kata Zeng, pernah memimpin perusahaan tambang dan perusahaan keluarganya ketika ayahnya meninggal dunia.

“Dulu itu setelah papahnya meninggal karena dia anak laki-laki pertama,
jadi tambang dan perusahaan-perusahaan keluarga itu jatuh ke dia sebagai
pengganti bapaknya,” jelasnya.

Namun, setelah beberapa tahun memimpin perusahaan warisan ayahnya, Ahok
terkena sebuah kasus hingga Ahok sempat disidang oleh keluarganya.

“Tapi kemudian setelah beberapa tahun tiba-tiba ada sebuah kasus itu
juga yang menjadi sebab kenapa dia ada benci sama Vivi karena Vivi yang
ngedorong ekonomi keluarga ini sehingga Ahok sempat disidang keluarga
dengan tuduhan korupsi,” ungkapnya.

Hal tersebut diketahuinya berdasarkan cerita yang didapat dari staf
pribadi Ahok, Natanael yang kala itu menjadi akuntan keluarga Ahok.

“Ini yang cerita Natanael, kenapa sih Natanael itu selalu dipercaya sama
Ahok, saya kira awalnya dari situ. Jadi ketika Ahok disidang oleh
mamahnya oleh adik-adiknya, si Natanael ini yang bela Ahok karena dia
akuntan keluarga. Sejak itu si Natanael ini dianggap sangat loyal sama
Ahok. Jadi ketika dia jadi Wakil Gubernur DKI Jakarta, masuk ke
balaikota, itu dia selalu ikut,” ungkapnya.
Dengan demikian, Zeng berkesimpulan bahwa Ahok tidak mampu memanage perusahaan hingga sempat disidang oleh keluarganya sendiri.
“Kenapa bisa sampai dia disidang dan segala macamnya? menurut saya itu
indikasi bahwa dia gak menguasai memanage perusahaan gitu loh. Kalau
menurut istilahnya Bang Rizal Ramli ya kelas Glodok gitu loh sedangkan
yang kita hadapi ini adalah state corporate. Jadi dua hal itu menurut
saya menjadi alasan saya kenapa saya menolak Ahok,” pungkasnya. (rmol)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed