oleh

Bulan April Panen Raya Jagung, Bulan Depan Pemerintah Impor 30 Ribu Ton Jagung

-Berita-276 Dilihat
Tanaman Jagung/Ilustrasi

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Pemerintah akan membuka kembali keran impor jagung, terutama sebagai
pakan ternak, sebanyak 30 ribu ton pada Februari 2019. Tujuannya, agar
pakan bagi ternak ayam tersedia, sehingga mampu menurunkan harga telur
yang terus merangkak naik sejak tahun lalu.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional
(PIHPS) per hari ini, harga telur tercatat Rp26.250 per kilogram (kg),
atau meningkat dibanding rata-rata harga nasional dua bulan lalu
Rp23.300 per kg.
Padahal, harga acuan telur ayam di konsumen berada di
level Rp23 ribu per kg. Hal itu tercantum dalam Peraturan Menteri
Perdagangan Nomor 96 Tahun 2018 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat
Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen.
“Kami juga sudah menambah 30 ribu ton jagung lagi untuk masuk
pertengahan Februari. Karena kalau telur ayam, permasalahannya adalah
jagung (untuk pakan ternak),” jelas Menteri Koordinator bidang
Perekonomian Darmin Nasution, Jum’at (4/1/2019).
Selain masalah harga telur yang belum turun, keputusan impor
dilakukan karena impor jagung yang dilakukan pemerintah pada tahun lalu
dirasa kurang memenuhi kebutuhan peternak. Terlebih, masa panen jagung di Indonesia 
masih akan berlangsung pada April 2019nanti.
Ia menganggap pasokan jagung masih belum memadai meski pada tahun
lalu pemerintah memutuskan mengimpor 100 ribu ton dari Brazil dan
Argentina, di mana 70 ribu ton jagung sudah masuk pada Desember dan 30
ribu ton sisanya akan datang pada bulan ini. (detik/temp)

Komentar