oleh

“Bumi Tanpa Matahari Dalam Seminggu”

-Berita-299 Dilihat
Ilustrasi

SriwijayaAktual.com – Matahari sudah menjadi bagian dari kehidupan Bumi.
Pusat Tata Surya punya peran dalam kehidupan di Bumi. Dengan adanya
Matahari, tumbuhan berkembang, energi bisa muncul. Pergantian siang dan
malam juga memberikan siklus bagi kehidupan di Bumi. 
Lantas apa yang terjadi jika Matahari hilang dalam waktu temporal
saja, misalnya lenyap dalam sepekan atau seminggu. Sebagian besar dari Anda
kemungkinan berpikir, Bumi akan menjadi dingin dan gelap tanpa paparan
sinar Matahari.

Dikutip dari Howstuffworks, Rabu 21 Februari 2018, jika
Matahari absen selama sepekan, keteraturan siklus di Bumi lambat laun
akan menjadi kacau dan mengancam kehidupan. 
Bumi akan mendingin meski lambat dan tidak seketika. Suhu Bumi akan
turun menjadi sekitar -17,8 derajat celsius sepanjang sepekan tanpa
Matahari. Penurunan suhu itu masih bisa membuat kehidupan di Bumi
bertahan. Suhu tersebut memang dingin tapi belum cukup membekukan
manusia dan kehidupan lain di planet ini. 
Lenyapnya Matahari berarti tidak ada fotosintesis yang biasanya dilakukan oleh tumbuh-tumbuhan. Menurut laman EarthSky,
Dengan tak adanya proses mengubah sinar Matahari menjadi energi itu,
maka tanaman akan menjadi layu dan mati. Dampak selanjutnya, hewan yang
memakan tanaman akan menderita dan kelaparan dan bisa berpotensi mati.
Jika Matahari tak ada sampai setahun, maka suhu permukaan Bumi akan
turun hingga mencapai -73,3 derajat celsius. Kondisi ini bisa membekukan
kehidupan, yang tak bisa bertahan tanpa sumber energi dan panas. 
Dampak parah lainnya Bumi tanpa Matahari dalam sepekan yakni absennya
tarikan gravitasi Matahari pada Bumi. Padahal gravitasi Matahari
membuat Bumi mengelilingi induknya. Tanpa gravitasi itu, Bumi akan
melayang ‘liar’ di luar angkasa. Bahaya lainnya, Bumi bisa membentur
komet, meteor atau planet lainnya. (viv/cr) 

Komentar