Berita  

Bung Yusril: PBB Pastikan Tidak Akan Pernah Dukung Jokowi Sebagai Calon Presiden

yusril pbb dukung kotak kosong kalau jokowi capres tunggal 375 211
Ketua Umum Partai Bulan Bintang atau PBB, Yusril Ihza Mahendra, di
Sasana Pagelaran Keraton Kasunanan Surakarta, Jawa Tengah, pada Senin, 7
Mei 2018. [fajar s/viva]

SURAKARTA-JATENG, SriwijayaAktual.com – Ketua Umum Partai Bulan Bintang atau PBB, Yusril Ihza Mahendra
menyatakan bahwa partainya tidak akan pernah mendukung Joko Widodo
sebagai calon presiden dalam pemilu tahun 2019.

Bahkan, kata
Yusril, andai kelak hanya ada satu pasang calon atau calon tunggal,
yakni Jokowi dan wakilnya, seluruh kader dan simpatisan PBB dipastikan
memilih kotak kosong.
“Kalau Pak Jokowi calon tunggal, kita akan dukung kotak kosong,” kata
Yusril, saat ditemui wartawan di Sasana Pagelaran Keraton Kasunanan
Surakarta, Jawa Tengah,  Senin (7/5/2018).
Kotak kosong atau
bumbung kosong yang dimaksud Yusril, ialah tanda gambar kosong yang
dimunculkan jika calon yang maju hanya satu orang atau calon tunggal.
Metode
pemilihan itu ialah dalam surat suara terdapat dua kolom: satu untuk
pasangan calon tunggal disertai foto, sedangkan kolom kedua dibuat
kosong.
Yusril menegaskan, pernyataannya itu bukan lelucon,
melainkan sungguh-sungguh, karena partainya memang sudah memutuskan
untuk tidak mendukung Jokowi. Bahkan, PBB juga tidak berkomunikasi
dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai partai
pendukung Jokowi.
PBB, katanya, malah intensif berkomunikasi
dengan sejumlah partai politik, di antaranya Partai Gerindra, Partai
Amanat Nasional, dan Partai Keadilan Sejahtera. “Dengan parpol-parpol
itu sudah sering ada pembicaraan, walaupun belum sampai pada kesimpulan
apa-apa,” ujarnya.

Baca Juga: Prof.Yusril Yakin HTI Menangkan Gugatan Di PTUN, Ini Alasannya….

Yusril juga berterus terang telah berkomunikasi
dengan sejumlah tokoh yang dianggap penentu kebijakan atau
diperhitungkan dalam pemilu presiden kelak. “Tim-tim yang sudah
berbicara, misalnya, dengan timnya Pak Prabowo, timnya Pak Gatot.”
Meski
demikian, PBB belum menentukan mendukung satu pun calon presiden. Ihwal
itu akan diputuskan pada 1 Agustus 2918, saat mendekati tenggat
pendaftaran capres dan cawapres ke Komisi Pemilihan Umum. [viva]