oleh

CATAT!! ‘Wapres RI H. Jusuf Kalla Minta Mahasiswa Tidak Bercita-cita Jadi PNS’

-Berita-266 Dilihat
Wakil Presiden RI  Jusuf Kalla [dok]

  • Peluang untuk diterima sebagai PNS sangat kecil 
  • Perbandingan jumlah lulusan sarjana lebih besar dibandingkan dengan lowongan PNS

PADANG-SUMBAR, SriwijayaAktual.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla menyarankan para mahasiswa untuk tidak
bercita-cita menjadi pegawai negeri sipil (PNS) karena peluangnya sangat
kecil diterima mengingat perbandingan jumlah lulusan sarjana lebih
besar daripada lowongan PNS.
“Jadi yang bisa menjadi pegawai negeri itu dari (lulusan) sarjana itu
tidak lebih dari satu persen, sehingga 99 persen dari anda ini jangan
berpikir menjadi pegawai negeri, karena tidak ada tempatnya lagi,” kata
Jusuf Kalla di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Negeri Padang di
Padang Sumatera Barat, Rabu (2/5/2018).
Jusuf Kalla menjelaskan saat ini Pemerintah merekrut aparatur sipil
negara (ASN) setiap tahunnya sebanyak 50 ribu orang di seluruh
Indonesia.
“Dari 50 ribu itu yang sarjana mungkin hanya 10 ribu per tahun.
Sedangkan, sarjana yang dihasilkan semua universitas di Indonesia itu
hampir sejuta per tahun,” katanya.
Oleh karena itu, Wapres Kalla mendorong para mahasiswa untuk lebih
meningkatkan kemampuan berusaha guna membuka lapangan kerja, daripada
ramai-ramai mendaftar PNS.
Wapres menjelaskan lowongan untuk pegawai administrasi di
pemerintahan saat ini sudah terlalu banyak, namun untuk tenaga
pendidikan dan kesehatan masih dibutuhkan.
“Tahun depan, kita angkat guru lebih banyak. Guru tidak kami kurangi,
pegawai negeri karena sudah lebih banyak daripada yang dibutuhkan,”
jelasnya.
Untuk meningkatkan kemampuan berwirausaha sejak dini, Wapres
mengatakan hal itu harus dibina sejak masih di bangku sekolah dan
universitas.
Selain peran universitas, para pelaku usaha juga diharapkan dapat
memberikan pelatihan dan pendidikan kewirausahaan bagi generasi muda.
“Baru Pemerintah memfasilitasi, bisa melalui kredit murah, bisa juga
(pemberian) ijin gampang. Tetapi di sini (kampus) harus dididik supaya
berpengalaman,” Tandasnya. [B.satu/Ant] 

Komentar