Pasang Iklan Murah disini
Berita  

CBA Curiga Dana Asing Hasil Tangkapan Polri Digunakan untuk Pilpres 2019

foto/ilustrasi

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Center For Budget Analysis (CBA) mencurigai uang hasil tangkapan Polri dari luar negeri akan digunakan untuk Pilpres 2019.  
“Saya mencurigai itu. Uang tersebut, kalau tak berhasil dibongkar oleh
Polri akan digunakan untuk Pilpres maupun setelah Pilpres,” kata
Direktur CBA, Uchok Skay Khadafi  dalam keterangannya.

Kepolisian menangkap sejumlah kurir yang diketahui membawa dana asing
senilai Rp 90 miliar di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat
(12/4/2019) pekan lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, para
kurir bernama Yunanto, Edy Gunawan, Gofur, Giono, Kevin dan Yudi itu
ditangkap pukul 21.00 WIB.
“Iya benar ada penangkapan,” ujar Argo Yuwono, ketika dikonfirmasi, Sabtu (13/4/2019).

Meski demikian, Argo Yuwono enggan mengungkap lebih lanjut terkait
penangkapan tersebut. Argo Yuwono hanya menegaskan semua kurir tengah
menjalani penyelidikan dan diamankan di Polda Metro Jaya.

Lanjutnya Uchok mengatakan, Polri seharusnya transparan dalam mengungkap kasus
ini. Bila perlu tangkap siapa saja yang terlibat dan diumumkan ke
publik.
“Mereka harus bisa menjelaskan, uang itu untuk apa digunakan, dan siapa-siapa saja yang terlibat,” kata Uchok.

Para kurir tersebut membawa masing-masing dana dari uang asing. Yunanto
dan Edi Gunawan diketahui membawa Rp 42,050 miliar, Gofur (Singapura) Rp
17,4 miliar, Giono (Hongkong) Rp 12 miliar. Kemudian, Kevin dan Yudi
(Bangkok) Rp 18 miliar.

Adapun total keseluruhan seluruh uang tersebut yakni sekitar kurang
lebih Rp 90 miliar. Uang itu terdiri dari beberapa jenis mata uang
asing. Di antaranya 10 juta Yen, 90 juta Won, 45 ribu Real, 100 ribu
dolar Selandia Baru, dan 3.677.000 dolar Singapura. Uang asing ini
disebutkan milik PT Solusi Mega Artha.

Dalam beberapa hari ini, PPATK berhasil mendeteksi dan mencegah masuknya
uang kotor dari Timur Tengah untuk membeli suara rakyat yang  mendukung
kelompok Islam garis keras. 

Selain itu telah berhasil di-trace dan dicegah masuknya dana oleh PPATK
sebesar Rp 730 juta. Namun berapa besar dana lainnya yang dibawa masuk
secara ilegal sulit dikontrol. 

Dana tersebut akan masuk ke rekening oknum pengusaha politik di bank swasta tapi  berhasil di red flag, karena mencurigakan.

Polri meminta agar masyarakat waspada untuk tidak terlibat dalam
kejahatan keuangan berbau politik SARA karena sanksinya berat. [rm]

Spesial Untuk Mu :  Luthfi: Saya Dipukul dan Disetrum Polisi Dipaksa Ngaku Lempar Batu saat Aksi di DPR