oleh

Cerita Penggali Makam BJ.Habibie di TMP Kalibata

loading...

JAKARTA, SriwijayaAktual.comIsa Anshori seolah tak begitu
kaget ketika mendengar kabar Presiden ketiga RI, Bacharuddin Jusuf
Habibie meninggal Rabu (11/9/2019).  Pasalnya beberapa pekan belakangan saban
Jumat, ia memang sama sekali sudah tak lagi menjumpai sosok Habibie di
makam Hasri Ainun Besari.

Isa yang bekerja sebagai tukang gali kubur di Taman Makam Pahlawan atau
TMP Kalibata sejak 2003 itu merasa ganjil atas absennya Habibie
berziarah ke makam istrinya yang wafat pada 22 Mei 2010 silam. Sebagai
gantinya, kata Isa, justru staf dari Habibie yang beberapa Jumat
terakhir datang ke TMP.

“Karena setiap Jumat kok stafnya terus yang ke makam Bu Ainun, ya saya
kira sakit. Karena Pak Habibie tidak mungkin absen kecuali ke luar
negeri atau sakit. Ini beberapa hari stafnya terus,” akunya Isa di kawasan
TMP Kalibata, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Dalam memori Isa, Habibie adalah orang yang baik. Menurutnya Presiden ketiga RI itu pun seorang yang ramah dan religius.

Isa memang tak pernah mengenalnya secara pribadi, hanya kerap berpapasan
atau melihat dari jauh kala Habibie sedang ziarah ke makam Ainun di TMP
Kalibata.

Hingga pada Rabu (11/9/2019) petang, perintah untuk menyiapkan makam sang
teknokrat itu pun datang. Usai salat magrib, Isa langsung menuju TMP
Kalibata bertemu anggota lain tim penggali kubur Habibie.

“Terus pimpinan kasih instruksi untuk menggali, membuat lubang. Biasa
kalau kita ada pemakaman di whatsapp group: bikin lobang di petak M.
Lalu laksanakan,” cerita Isa.

“Waktu dikabarin saya lagi di rumah, tapi rumah kan dekat kompleks [pemakaman]. Jadi langsung ke sini,” lanjut dia.

Liang lahat seluas 200×70 cm itu digali bergantian bersama 14 teman
lainnya. Isa dan tim penggali mengerjakan makam di blok M120 itu hingga
nyaris tengah malam.

Tim penggali kubur yang diketuai Sumardi mulai berkumpul dan melakukan
persiapan pukul 19.00 WIB pada Rabu (11/9) malam. Lantas dilanjutkan
penggalian liang lahat sekitar pukul 20.00 hingga 23.30 WIB.

“Dari lobang sendiri itu tanahnya lembut dan gampang, tidak ada batu,
tidak ada apa. Biasanya mah ada batu atau kerikil, ada kayu. Jadi untuk
yang ini nggak terlalu keras tanahnya,” ujar Isa.

Setelahnya, mereka menyiapkan karpet dan tenda untuk pemakaman Habibie.
Sedangkan untuk yang lainnya dipersiapkan baru pagi tadi.

Bacharuddin Jusuf Habibie tutup usia pada Rabu (11/9) pukul 18.05 WIB di
RSPAD Gatot Subroto. Putra bungsunya Thareq Kemal mengatakan sang ayah
meninggal lantaran gagal ginjal dan usia yang menua.

Habibie akan dimakamkan bersisian dengan istrinya, Hasri Ainun Besari di
malam slot 120 dan 121. Sementara Presiden Joko Widodo memastikan bakal
menjadi inspektur upacara di pemakaman B.J. Habibie di TMP Kalibata
pada Kamis (12/9) siang ini. [cnn]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed