China Gempur Industri Tekstil dan Alas Kaki ke Indonesia

Berita363 Dilihat

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Kementerian Perindustrian menyebut
perusahaan tekstil dan produk tekstil (TPT), serta alas kaki asal China,
masuk ke Indonesia. Ada kekhawatiran, serbuan China tersebut akan
mengancam kelangsungan bisnis sektor TPT dan alas kaki di dalam negeri.

Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki, Kementerian
Perindustrian Muhdori bilang mayoritas pelaku usaha China di sektor TPT
dan alas kaki ini tidak mau bekerja sama dengan perusahaan asal
Indonesia. Makanya, ia khawatir perusahaan di dalam negeri rentan
tergerus.

“Pengalaman di industri tekstil dan alas kaki banyak investor China yang
masuk di Jawa Tengah dan Jawa Barat, tapi mereka enggan kerja sama.
Kalau ini terjadi, yang ada di dalam negeri akan terdistorsi,” ujarnya
di Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Bila praktik ini terus dibiarkan terjadi, Muhdori was-was target
pertumbuhan industri manufaktur hingga 7 persen pada 2024 sulit
tercapai. Terlebih, industri ini tumbuh melambat pada kuartal II 2019.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), industri manufaktur
kuartal II 2019 hanya 3,54 persen. Angkanya lebih rendah dibandingkan
dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 3,88 persen.

“Industri dipatok 7 persen sampai 2024 itu angka yang harus dicapai
dengan berkeringat. Upayanya harus didukung kementerian/lembaga (K/L)
lain dan pelaku usaha,” terang Muhdori.

Padahal, secara keseluruhan ia menyebut bisnis TPT dan alas kaki
merupakan dua sektor yang paling mampu bertahan di tengah lesunya
ekonomi global, dibandingkan dengan bisnis lainnya di industri
manufaktur. Kendati demikian, ia bilang pemerintah selalu berupaya
melihat peluang di pasar.

“Dari Kementerian Perindustrian selalu mengikuti saran dari berbagai
pihak agar ada sinkronisasi ke depannya, sehingga tidak ada ego
sektoral,” jelasnya.

Sebagai informasi, pemerintah menargetkan kontribusi sektor manufaktur
terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 19,3 persen dan
kontribusi kepada ekspor nasional sebesar 75,9 persen pada 2024
mendatang. [cnn]

Komentar