oleh

China Siap Ambil Alih Aset Nasional Negara ini…Jika Gagal Bayar Utang!

-Berita-316 Dilihat
China siap ambil alih aset nasional Kenya jika terjadi gagal bayar.

KENYA-NAIROBI, SriwijayaAktual.com – Cina sekarang menjadi kreditur bilateral terbesar di Negara Kenya, yang
menyumbang 72 persen dari seluruh pinjaman luar negeri negara yang
berada di pesisir timur benua Afrika itu.
Bersama dengan negara-negara Angola, Ethiopia, Sudan, Kenya dan
Republik Demokratik Kongo, negara tersebut masing-masing adalah penerima
terbesar di kawasan benua Afrika. Saat ini investasi asing langsung
Cina di Afrika sebesar $ 210 miliar masih lebih besar daripada
pinjamannya.
Namun dari sisi lain, para kritikus negara-nagara barat telah
mengecam rencana China untuk memberikan hutang senilai $ 60 milyar ke
Afrika.
Kenya, yang telah menjadi penerima utang sebesar $ 4 triliun guna
membangun jalur rel Nairobi ke Mombasa, dikuatirkan akan bermasalah
karena banyak pinjamannya dilakukan langsung kepada bank-bank Cina yang
mengharuskan kredit yang harus segera dilunasi. Sejak tahun 2000, Cina
telah memberikan utang senilai $ 136 miliar ke Afrika dan melakukan
perdagangan tiga kali lebih banyak di benua itu daripada negara adidaya,
Amerika Serikat.
“Investasi China sering dalam bentuk peralatan, bahan dan tenaga
kerja terampil,” kata surat kabar Times dalam editorial. “Tapi ketika
datang untuk membayar kembali utang yang diinginkannya mata uang keras.
China siap merebut aset strategis negara tersebut jika terjadi gagal
bayar”
Namun Beijing menanggapi dengan mengatakan bahwa, tidak seperti
Barat, pinjamannya datang tanpa pamrih dan pergi ke tempat dimana
investasi sangat diperlukan.
Menyusul pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Xi Cina dan 54
negara Afrika, Beijing menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membuat
krisis utang, namun membantu benua tersebut tumbuh lebih cepat.
Keterlibatan Cina di Afrika telah meningkat secara dramatis selama 20
tahun terakhir, dengan peningkatan lebih dari 20 kali lipat menjadi US $
220 triliun sejak tahun 2000. Sebaliknya, nilai perdagangan negara
barat seperti Inggris dengan tiga mitran dagang terbesarnya – termasuk
Kenya – hanya £ 13 miliar tahun lalu.
Para ahli internasional mempertimbangkan proposal baru pinjaman utang
Cina, yang dikhawatirkan akan menciptakan jebakan utang baru bagi
banyak negara Afrika. 
Kekhawatiran negara-negara Afrika terjebak dalam perangkap utang,
justru akan merusak pembangunan ekonomi negara tersebut. Padahal baru
saja 13 tahun lalu negara-negara Afrika yang memenuhi kriteria ‘negara
miskin’ dibatalkan utangnya melalui program Multilateral Debt Relief
Initiative (MDRI) yang diprakarsai oleh IMF, IDA, dan AfDB.
Kenya berutang lebih banyak ke China daripada jumlah pinjaman ke
negara-negara barat, sumber pinjaman tradisional ke Afrika. Ketika
Beijing melempar kreditnya ke Afrika, para analis memperingatkan risiko
cekikan utang ganda dan kehilangan aset-aset strategis nasional jika
terjadi gagal bayar. [ * ]
Sumber: nation.co.ke

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya