oleh

Cucu Pendiri NU Sebut Muwafiq Dibiayai untuk Adu Domba Umat Islam

-Berita-18 views
loading...
SriwijayaAktual.com – Cucu dari pendiri
Nahdlatul Ulama (NU) Wahab Chasbullah, yaitu Agus Solachul Aam Wahib alias Gus
Aam menilai Penceramah sosok Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq merupakan alat adu
domba umat muslim. Pernyataan Gus Aam tersebut menanggapi kontroversi isi ceramah
yang disampaikan oleh Gus Muwafiq yang viral di media sosial beberapa waktu
lalu.
Gus Aam bicara
demikian dalam acara peringatan Maulid Nabi di kantor DPP Partai Keadilan
Sejahtera (PKS), Jakarta, Minggu (29/12/2019).
“Banyak
kejadian seperti itu, sebagai contoh paling baru Pak Muwafiq itu sebenarnya
mainan yang istilahnya, ada orang yang biayai dia, dia ngomong seperti itu.
Padahal Muwafiq ini bukan apa-apa, kyai enggak, gus enggak. Jadi akhirnya ribut
padahal itu mainan mereka-mereka itu kita diadu domba,” ujarnya 
Sebagai informasi,
isi ceramah Gus Muwafiq menjadi sorotan lantaran mengisahkan kehidupan masa
kecil Nabi Muhammad SAW. Sebagai seorang anak yang diasuh kakek dan tanpa kedua
orang tua, Gus Muwafiq menyebut Nabi Muhammad tidak terurus dengan baik.
Video ceramah yang
didominasi dalam bahasa Jawa tersebut viral, dan berujung kecaman dari sejumlah
kalangan. Lewat akun Instagram @gus.muwafiq, ia memberikan klarifikasi ihwal
viralnya video tersebut.
Atas kejadian itu,
Gus Aam meminta masyarakat tak menelan mentah-mentah informasi yang didapat.
Pasalnya, ia menilai muncul gerakan-gerakan yang sengaja mengadu domba dan
memecah belah umat muslim.
“Memang ada
gerakan yang adu domba kita, pecah belah kita. Pertama orang ini mengkondisikan
kita dulu, ketika dikondisikan tidak bisa lalu diadu domba. Adu domba tidak
bisa lalu dipecah belah, tidak bisa dipecah belah maka dikasuskan, tidak bisa
dikasuskan maka dibeli,” tuturnya.
Maka itu, ia juga
meminta seluruh umat muslim tetap hati-hati dan waspada. Masyarakat diimbau
tidak mudah tersulut amarah hingga bertindak di luar batas dalam merespons
informasi yang simpang siur. Menurut dia, tindakan tersebut bisa memecah belah
umat muslim.
“Informasi
harus jelas dan valid sumbernya, dan juga harus tabayun (penjelasan) dari
sumbernya, jangan kita ikutan-ikutan komen yang tidak pada tempatnya,”
katanya.
Tak hanya
mendapatkan kecaman, atas ceramahnya itu, Muwafiq dilaporkan ke Bareskrim
Polri. Dalam laporan itu, pelapor yang diketahui merupakan Anggota DPP FPI,
Amir Hasanudin mendatangi Bareskrim Polri pada, Selasa (3/11). Amir didampingi
kuasa hukumnya, Aziz Yanuar dengan membawa sejumlah barang bukti, seperti link
video, serta pernyataan Muwafiq yang dinilai sebagai bentuk penistaan agama.
Muwafiq sudah
mengucapkan permohonan maaf atas ceramahnya itu. Muwafiq menegaskan dirinya
merupakan bagian dari umat yang mencintai Nabi Muhammad.
Terkait dengan
konten ceramahnya di Purwodadi tersebut, Muwafiq menyebut merupakan sebuah
tantangan terhadap sejumlah pertanyaan kalangan milenial yang selalu berdiskusi
mengenai hal tersebut.
“Dengan senang
hati saya banyak diingatkan oleh kaum muslimin dari warga bangsa Indonesia yang
begitu cinta pada Rasulullah,” ujarnya dalam video klarifikasi yang
diunggah di akun Instagramnya, @gus.muwafiq, Selasa (3/12).
“Saya yakin
dengan seyakin-yakinnya nur Muhammad itu memancarkan sinar. Akan tetapi
generasi sekarang banyak bertanya apakah sinarnya seperti sinar lampu? Dan
semakin dijawab semakin tidak ada juntrungnya,” tambahnya. [cnn]
loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed