Pasang Iklan Murah disini
Berita  

Dahnil: UU KPK Target Utama Direvisi, Kenapa Bukan UU Kepolisian atau Kejaksaan?

Ilustrasi

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Juru bicara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Dahnil Anzar
Simanjuntak menyoroti revisi Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah disahkan DPR beberapa hari lalu.
Dahnil mempertanyakan soal UU KPK yang selalu menjadi agenda untuk direvisi oleh DPR dan pemerintah. Ia menduga ada gerakan sistematis dan masif dalam melemahkan lembaga antirasuah itu.
“Kenapa sih undang-undang KPK itu selalu menjadi agenda untuk
dilakukan revisi? Bahkan ketika ada kasus-kasus besar menimpa politisi
kita, menimpa para menteri kita, kemudian menimpa pejabat-pejabat
tinggi, selalu ada seperti gerakan sistematis dan masif untuk melakukan
pelemahan terhadap KPK,” kata Dahnil seperti dilihat dalam Channel
YouTube-nya, DAS Official, Jumat (20/9/2019).
Hal ini
dipertanyakan Dahnil, pasalnya, ia menilai institusi-institusi lain
seperti kejaksaan dan kepolisian juga banyak kekurangan, namun tidak ada
upaya untuk merevisi undang-undang di dua lembaga penegak hukum
tersebut.
“Uniknya kan undang-undang yang lain, misalnya ada
undang-undang kejaksaan, kan kejaksaan juga banyak kelemahan- kelemahan.
KPK tentu tidak sempurna, tapi ada institusi lain misalnya kejaksaan
yang juga tidak sempurna dan banyak keluh kesah kita bagaimana
memperbaiki kinerja kejaksaan kemudian tidak ada upaya memperbaiki
undang-undang kejaksaan,” ucap dia.
“Misalnya kepolisian,
kepolisian itu juga tidak sempurna, kenapa kemudian tidak ada upaya
untuk melaksanakan merevisi undang-undang kepolisian misalnya,” sambung
Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 itu.
Karenanya, Dahnil kembali menegaskan bahwa UU KPK seperti menjadi target untama dan menjadi pekerjaan rutin DPR serta pemerintah untuk direvisi.
“Tapi dalam banyak hal undang-undang KPK itu selalu menjadi target
utama untuk dilakukan revisi kemudian itu menjadi pekerjaan rutin DPR maupun kepresidenan,” jelas Dahnil.
“Dulu beberapa kali yang menjadi inisiator gitu presiden kemudian berubah inisiator DPR selalu bergantian-gantian seperti ada kongkalikong yang konsisten dikerjakan dalam setiap momentum politik,” pungkasnya. [*]

Spesial Untuk Mu :  SubhanaAllah! Bulan dan Bintang di Langit Malam Ke-2 Ramadhan Seakan Membentuk Formasi