oleh

DAHSYAT! Spektakuler, Reuni 212 Dihadiri Mantan Gangster Kanada yang Sudah Taubat

-Berita-20 views
loading...

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Acara Reuni Akbar 212 Senin di
pelataran Monumen Nasional (Monas), Jakarta, akan diramaikan dengan
kehadiran seorang mantan gangster asal Kanada, bernama Ishaq Mustaqim.

Melalui twitter dengan tagar #IshaqMustaqim, berita ini sempat viral dan menjadapat respon para netizen.

Dalam pesannya, pria berusia 41 tahun ini mengatakan, dia seharusnya
datang langsung ke Indonesia dan memperpanjang perjalanannya satu minggu
untuk bisa melihat 212 dengan mata kepala sendiri dan mengajak para
‘pejuang Muslim’ tanpa kekerasan yang mencitai tauhid dan perdamaian
untuk hadir.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, pria bertato ini memperkenalkan diri dari Montreal, Kanada.

“Terima kasih kepada Neno Warisman dan Kelompok Maharani Peduli dan
Acara 212, yang mengajak saya menjadi bagian dari acara yang indah ini,”
ujar Ishaq dalam bahasa Inggris.

Ishaq Mustaqim yang kisah hijrahnya banyak dimuat di Youtube ini selama
seminggu ini melakukan safari dakwah di beberapa kota besar di
Indonesia, termasuk Jakarta, Yogyakarta, dan Bandung.

Pada saat yang sama saya ingin mengajak semua orang datang ke peristiwa 212, ujar Ishaq Mustaqim.

Pendiri Mustaqim TV Channel ini lahir di Montreal, Kanada, di usia 14
tahun dia terperosok dengan teman-teman dan lingkungan pengguna narkoba
dan alcohol. Dia dijebloskan penjara di usia 15 tahun dan kebiasaannya
berbuat buruk tak berhenti meski dikeluarkan dari penjara. Di usia 18
tahun, ia kembali dijebloskan ke penjara.

“Dua tahun di penjara, membuat saya memiliki otak kriminal, “ katanya
dalam sebuah tayangan Millionaire Lifestyle Gives It All Up For Islam ~
Ishaq Mustaqim (My Path To Islam) di channel Youtube.

Ishaq yang banyak menghabiskan masa mudanya di jalanan membuatnya ia
sering terlibat aksi perampokan dan pembunuhan, bahkan pernah tergabung
dalam kelompok gangster terbesar di Kanada.

Seiring dia memeluk Islam, hidupnya berubah total dan berkeliling
berbagai negara untuk cerita tentang kisah hijrahnya. “Saya seolah
mualaf dari Kristen menuju Islam tahun 2012. Saya bersyukur kepada Allah
setiap hari bahwa saya seorang Muslim. Jiwa saya yang cemas telah
menemukan kedamaian dan ketenangan, “ ujarnya. [ins]

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed