oleh

Dana Asing Bakal “Banjiri” Negara Indonesia Tahun 2019, kok Bisa?

-Berita-444 Dilihat
Ilustrasi

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Bank Indonesia (BI) optimistis kondisi perekonomian Indonesia di 2019
akan lebih baik dari tahun ini. Hal ini didorong akan adanya pergeseran
aliran modal asing dari negara maju ke negara berkembang, tak
terkecuali ke Indonesia. 
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, sepanjang 2018 aliran
investasi global berpindah ke Amerika Serikat (AS) dari negara
berkembang. Kondisi ini didorong daya tarik ekonomi Negeri Paman Sam
tersebut, mulai dari tren kenaikan Fed Fund Rate (FFR), kenaikan imbal
hasil US Treasury, penguatan nilai tukar dolar AS, serta pertumbuhan
ekonomi AS yang pesat. 
Kondisi ini diprediksi akan berbalik, mengingat The Fed sudah memberi
sinyal kenaikan FFR akan mencapai 2 kali di 2019, lebih rendah dari
tahun ini yang sebanyak 4 kali. Selain itu, pertumbuhan ekonomi AS juga
diprediksi tumbuh melambat di tahun depan.   
Dengan demikian, diperkirakan di 2019 pergeseran modal ini akan mengalir lebih deras ke negara-negara berkembang.

“Dan kondisi itu arahnya berpengaruh lebih positif terhadap
aliran modal asing masuk (ke Indonesia), maupun terhadap stabilitas
nilai tukar Rupiah di tahun depan,” ujarnya saat konferensi pers di
Kantor Pusat BI, Jakarta, Kamis (20/12/2018). 
Oleh sebab itu, kata Perry, imbal hasil yang ditawarkan setiap negara
menjadi perhitungan investor untuk membawa dananya. “Imbal hasil negara
berkembang akan ditentukan masing-masing negara (agar menarik),
Indonesia menjadi salah satu pilihan bagi investor global untuk tanamkan
dananya,” lanjutnya. 
Menurur Perry saat ini investor global sudah mulai merelokasi
sebagian investasi portofolionya dari AS ke negara berkembang. Hal ini
terbukti dari aliran modal asing masuk Indonesia selama November 2018
sebesar USD7,9 miliar. 
Kondisi ini membuat posisi cadangan devisa pada akhir November 2018
membaik dengan naik USD2 miliar menjadi sebesar USD117,2 miliar. 
“Berbagai perkembangan di AS terjadi pergeseran sehingga investor
global mulai sekarang mulai relokasi kembali sebagian investasi
protofolionya dr AS ke emerging market,” ucapnya. 
Selain itu, BI juga melihat prospek investasi yang masuk ke
Indonesia termasuk portofolio asing akan lebih positif seiring dengan
tren global yang membaik. Begitu juga seiring dengan berbagai kebijakan
yang ditempuh pemerintah.
“Kami meyakini 2019 akan lebih baik dibandingkan 2018,” pungkasnya. (dni/Okezone)

Komentar