Pasang Iklan Murah disini
Berita  

Di Hadapan Bawaslu RI, Syahganda Blak-blak’an Ungkap Propaganda Hasil Survei Denny JA ‘cs

Syahganda Nainggolan/RMOL
JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Hampir semua lembaga survei di negeri ini hanya menampilkan kebohongan ke publik.

Begitu dikatakan Wakil Direktur Bidang Riset Sabang Merauke Institute
(SMI), Syahganda Nainggolan di Media Center Bawaslu RI, Jalan MH
Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (24/4/2019).

“Saya tahu persis bahwa semua lembaga survei itu penipu,” ucap pria bergelar doktor riset ini.

Syahganda menyoroti penjelasan Ketua Perhimpunan Survei Opini Publik
Indonesia (Persepi), Philips J Vermonte tentang perbedaan antara quick
count (hitung cepat) dengan survei.

Quick count, kata Philips, meneliti berdasarkan eksak atau angka. Sedangkan survei adalah meneliti opini.

“Itu adalah pernyataan kegoblokan orang yang nggak ngerti survei. Karena
dalam terminologi statistik dan metodologi survei cuma ada dua, survei
atau sensus. Survei itu base on sample, sensus itu populasi. Kalau quick
count itu base on sample. Berarti quick count juga adalah survei. Itu
aja dia sudah nggak ngerti,” kritik Syahganda.

Syahganda juga membeberkan propaganda hasil survei capres petahana, Jokowi yang dilakukan pengusaha survei politik, Denny JA.

“Jadi saya tahu Denny JA tidak pernah lebih dari 50 persen survei itu
Jokowi menang. Tapi dia mempropagandakan terus Jokowi 50-an persen. Saya
tanya Den, Jokowi lu mau bikin sampai berapa? 60 persen Gan, dia
bilang. Lu gila, gue bilang. Intelektual lu pelacur. Karena Denny JA
teman saya di aktivis 80 sampai sekarang,” ungkapnya.

Apa yang dilakukan oleh Denny JA itu dinilainya sesuatu di luar nalar.
Syahganda pun bersumpah pernah diajak Denny JA ikutan jadi pelacur
intelektual tapi ditolaknya.

“Dia bilang lu ikut gue aja Gan, lu akan jadi kaya. Den gue bilang gue
bukan kayak lu. Lu intelektual pelacur. Gue bukan intelektual pelacur.
Karena gue dikader oleh Hariman Siregar dan lain-lain untuk menjadi
orang idealis di republik ini. Itu demi Allah Denny JA itu ngajak saya
jadi pelacur juga. Tapi ya sudahlah ini kebohongan-kebohongan,”
tuturnya.

Spesial Untuk Mu :  Anggota Dewan PSI Lempar Draf RAPBD, Kadis Kominfo: Kamu yang Ambil, atau Saya yang Naik Meja!

Hal itu disampaikan Syahganda di hadapan Ketua Bawaslu RI Abhan dan
Anggota Bawaslu RI Rahmat Bagja yang tengah beraudiensi dengan Komando
Barisan Rakyat Lawan Pemilu Curang (Kobar Perang).

“Jadi harapan saya kepada pimpinan Bawaslu, please selamatkan bangsa
ini, jangan sampai kita main-main, orang-orang teriak NKRI harga mati
tapi penipu semua,” pungkasnya.

Dalam quick count hasil Pilpres 2019yang dirilis beberapa lembaga survei
gabungan Persepsi, Jokowi-Maruf memperoleh suara terbanyak dibandingkan
rivalnya, Prabowo-Sandi. [* ]