di Jakarta Ada BIR Pletok, Tak Kalah Juga di Bogor Ada BIR Kocok ‘“Ngocok-nya Harus Kuat mas, Sampai Keluar…”

Berita80 Dilihat
Bir kocok Bogor, 100% tanpa alkohol.

BOGOR-JABAR, SriwijayaAktual.com  – Jakarta punya bir pletok, Bogor punya bir kocok. Sama-sama
namanya bir, dan sama-sama tidak mengandung alkohol. Bahkan membuat
tubuh terasa makin bugar. Bagaimana tidak, bir kocok ini terbuat dari
racikan khusus berbahan dasar rempah-rempah.

Kita bisa mendapatkan bir menyehatkan yang jadi trademark Kota Bogor
ini di kedai Es Bir Kocok Sari Jahe Pak Acep. Bisa dibilang, Pak Acep
merupakan segelintir orang yang dengan setia berdagang bir kocok sejak
tahun 1960 hingga sekarang. Gerobak bir kocok milik Pak Acep sehari-hari
mangkal di pojokan jalan Gang Roda Ujung, di kawasan Jln. Suryakencana,
Kota Bogor.
Bir Kocok Bogor di Jalan Suryakencana, Kota Bogor.
Gerobak dorong sederhana ini hanya dinaungi sebuah payung berwarna
hijau tentara. Cara penyajiannya unik. Sebuah tabung dari bahan anti
karat diisi dengan bebreapa bongkah es batu, lalu dituangi bir. Tabung
dikocok kuat-kuat sampai keluar buih tebal di permukaan.
“Ngocok-nya harus kuat, sampai keluar buihnya. Makanya, bir sari jahe ini dibilang bir kocok,” jelas Eman, anak Pak Acep.
Meski dingin karena ada tambahan es batu, bir kocok sanggup memberi kehangatan spontan dengan aroma kayu manis yang lembut.
Dalam sehari, Eman bisa menjual bir kocok ini sekitar 200 gelas. Harganya  masih cukup murah.
Sebenarnya bir kocok bukan jenis minuman baru. Minuman tradisional
ini sudah dikenal orang sejak zaman baheula di daerah Pasundan yang
terkenal berhawa dingin.
Bir kocok Bogor, 100% tanpa alkohol.
Bir Pak Acep ini dibuat dari rebusan jahe, gula, dan kayu manis.
Perbandingannya, 2 kg jahe, 1 kg gula pasir, dan beberapa batang kayu
manis.Racikan ini direbus dengan api kecil hingga mendidih perlahan.
Tujuannya agar sari jahenya keluar secara sempurna sehingga aroma dan
rasa pedas jahe makin terasa menggigit lidah saat diteguk.
Menurut cerita, bir kocok dulu menjadi minuman wajib calon mempelai
pria. Diminum bersama para tamu di malam menjelang hari perhelatan
perkawinan.
Konon, minuman ini dipercaya bisa meningkatkan performa sang mempelai
di hari istimewa tersebut. Masuk akal juga. Sebab, kalau dilihat dari
khasiatnya, jahe dan kayu manis termasuk herba yang bisa meningkatkan
stamina. (iso/ak)
Spesial Untuk Mu :  ICJR Akan Gugat Pemerintah Soal Perppu Kebiri

Komentar