Dialog ‘Seru’ Presiden RI Jokowi dengan Kabareskrim Komjen Ari Dono Tentang Narkoba

Berita49 Dilihat
Presiden RI Joko Widodo (Dok)

JAKARTA, SriwijayaAktual.com Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memanggil Kepala Badan
Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komisaris Jenderal Ari Dono, ke atas panggung,
saat menghadiri Pencanangan Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan
Penyalahgunaan Obat di Lapangan Utama Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta
Timur, Selasa (3/9/2017).
Jokowi lantas meminta Ari untuk menjelaskan upaya apa yang sudah dilakukan Polri dalam melakukan perang terhadap narkoba.
“Apa sih, Pak Kabareskrim, yang sudah dilakukan bekerja sama dengan
BPOM? Kejamnya kayak apa sih Kabareskrim ngurusin ini?” kata Jokowi.
“Kegiatan kerja sama kami mulai dari kegiatan preventif seperti
penyuluhan ke sekolah-sekolah,” ucap Ari Dono, menjawab pertanyaan
Jokowi.
Jokowi mengatakan, kegiatan penyuluhan ke sekolah penting dilakukan.
Namun, menurut dia, itu merupakan hal biasa yang sudah dilakukan sejak
dulu.
“Yang sekarang, yang mau kita kejami apanya?” kata dia.
Ari Dono pun menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan razia di
berbagai tempat. Terkait obat ilegal, juga dilakukan razia di apotek
hingga toko obat.
“Kami proses tegakkan, yang bersalah, tercukupi unsur pidana, kami penjarakan,” kata Ari.
Jokowi lantas bertanya lagi mengenai penindakan terbesar yang pernah
dilakukan Polri. Ari Dono menjelaskan, salah satu penggerebekan terbesar
dilakukan kepada pabrik di Tangerang yang memproduksi Zenith. Obat
tersebut sempat beredar di Kalimantan Selatan.
Lalu, yang terbaru, kata Ari Dono, adalah terkait peredaran PCC di
Kendari. Polisi juga sudah menggerebek pabrik yang memproduksi PCC di
Purwokerto.
“Nah itu pedagangnya diapain? Pemiliknya diapain?” tanya Jokowi.
“Semua dipenjara. Untuk yang punya pabrik dipenjara,” kata Ari.
“Cukup hanya dipenjara saja? Enggak perlu tuh digebukin ramai-ramai?” kata Jokowi.
“Kadang-kadang jengkel saya dengan yang begini-begini. Entah narkoba,
entah obat ilegal, karena apa? anak-anak kita yang terkena. Masa depan
kita yang terancam. Gimana pak? Gimana kita gebukin ramai-ramai,
gimana?” tanya Jokowi lagi.
Para hadirin tertawa mendengar pertanyaan Jokowi itu. Ari Dono pun
hanya menjawab singkat. Ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak
diperbolehkan.
“Enggak boleh,” kata Ari.
“Oh enggak boleh? Ya terus gimana?” kata Jokowi lagi.
Ari Dono kemudian kembali menjelaskan terkait peran sekolah yang
sangat penting dalam mencegah anak-anak menggunakan narkoba. Jokowi
akhirnya mempersilakan Ari untuk kembali ke tempat duduknya.
“Saya tadi sebenarnya nunggu Pak Kabareskrim. ‘Saya injeknya, Pak.’
Begitu loh yang saya tunggu. Besok saya injek semua yang berkaitan
dengan obat ilegal, yang berkaitan dengan narkoba. Pak Kabareskrim
memang orangnya tenang. Tapi seram juga. Hati-hati,” ucap Jokowi.
(red.abadikini)

Spesial Untuk Mu :  HEBOH! Viral Foto Ahok Berpakaian Petugas SPBU

Komentar