oleh

Diancam Digebukin, Andi Arief Ke Henry Yoso: Kabari Saja Jam Berapa, Saya Tunggu!

loading...

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Politisi Partai
Demokrat Andi Arief tidak gentar dengan ancaman mantan anggota Komisi III DPR
dari PDI Perjuangan Henry Yosodiningrat.
Setelah khawatir
pengamat politik Rocky Gerung dibacok orang Lampung karena kecewa laporannya ke
polisi tidak diterima, kini Henry Yoso mengancam menggebuki Andi Arief.
Meski tidak jago
baku hantam, Andi Arief mengaku siap menanti kedatangan Henry Yoso.
Saya tidak ahli baku
hantam, tapi saya menanti kedatangan Henry Yosodiningrat yang mengancam akan
menggebuk saya di depan anak istri. Kabarkan saja jam berapa. Saya tunggu. Saya
tidak akan lapor polisi,” tegas dia lewat akun @AndiArief__, Selasa (10/12/2019).

loading...
Henry Yoso
menghadiri acara “Silaturahmi Wakil Ketua MPR RI Bapak Zulkifli Hasan
dengan Forum Komunikasi Persaudaraan Lampung Perantauan (FK-PLP)” pada
Senin malam (9/12).
Seperti potongan
video yang beredar pada acara “Silaturahmi Wakil Ketua MPR RI Zulkifli
Hasan dengan Forum Komunikasi Persaudaraan Lampung Perantauan (FK-PLP)”,
Senin malam (9/12), Henry Yoso mengaku menyayangkan isi twit Andi Arief.
Isi twit yang
dimaksud adalah: “Kawan-kawan PDIP yang sekarang ada dan mendapatkan
posisi dalam partai dan kekuasaan -mayoritas PDIP otot-. Faksi otak tersingkir.
Itu penjelasan kenapa preman seperti Hendri Yosodiningrat melaporkan Rocky
Gerung”.
Menanggapi twitan
Andi Arief tersebut, suara Henry Yoso sedikit meninggi. Dia mengancam akan
membuat perhitungan dengan Andi Arief.
“Saya
menyayangkan, dia (Andi Arief) orang Lampung, mencuit di dalam twitternya,
mengatakan, ‘politisi PDIP Perjuangan sekarang fraksi otot meninggalkan fraksi
otak sehat, makanya preman seperti Henry Yosodiningrat’. Astagfirullahaladzim,
saya sempat istigfar. Gua samperin ke rumahnya, gua gebukin depan anak
bininya,” tutur Henry Yoso.
Senin kemarin,
Bareskrim Polri menolak laporan Henry Yoso yang hendak melaporkan Rocky Gerung
karena dianggap menghina Presiden Jokowi. Rocky dianggap menghina Presiden
karena menyebut Jokowi tidak paham Pancasila.
Henry Yoso mengaku
kecewa kepada Bareskrim karena menolak laporannya apalagi telah menunggu lebih
dari 4 jam. Polisi beralasan, Ketua Umum Gerakan Nasional Anti Narkotika
(Granat) itu belum mendapat kuasa dari Jokowi sebagai pihak yang merasa
dirugikan.
“Saya khawatir
Rocky Gerung dibacok sama orang Lampung. Karena apa? Rakyat Lampung kecewa
sedih pedih melihat Presiden-nya dicaci maki, dikatakan tidak paham Pancasila.
Dia pasti akan besar kepala dengan peristiwa ini. Dan dia akan mengulangi ini
lagi akan menghina Presiden,” kata Henry Yoso. (rmol)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed