oleh

“DISAAT KEPERAWANAN TAK LAGI PUNYA ARTI”

-Berita-389 Dilihat
Ilust/Istimewa
Oleh Lifa Umami, SHI

Ibu Rumah Tangga

SriwijayaAktual.com – Situs Cinderella Escorts (CE) tentu sudah tidak asing lagi bagi orang
berduit yang ingin mendapatkan teman kencan perawan lewat dunia maya.
Menurut laporan koresponden salah satu media, Richard Susilo dari Jepang
yang mewawancarai langsung  Jan Zakobielski (27)  pemilik dan pengelola
situs CE, situs ini sudah beroperasi selama kurang lebih 3 tahun
lamanya.
Jan Zakobielski mengatakan bahwa situsnya sebagai perusahaan sangat
profesional dan sangat terorganisir dengan sempurna sebagai sebuah
agensi. CE adalah penyalur perempuan yang ingin menjual keperawanan
kepada para pembeli terpercaya melalui sistem lelang.
CE yang bermarkas di Jerman belum lama ini berhasil melelang
keperawanan seorang perempuan Inggris, Jasmin (26) menjual
keperawanannya dengan harga sekitar Rp 21 miliar kepada seorang aktor
terkenal Hollywood.
Bulan April tahun lalu Cinderella Escorts berhasil menjual wanita
Rumania Alexandra Khefren (18) dengan harga 2,4 juta dolar yang dibeli
pengusaha Hong Kong.
Pelamar keperawanan para perempuan ini-pun berasal dari berbagai
kalangan dan negara, seperti pengusaha kaya, artis hollywood, pemain
sepakbola, bahkan politikus terkenal dari Indonesia. Perempuan yang
telah berhasil menjual keperawanannya ini akan mendapat prosentase 80
persen dari harga lelang yang bisa mencapai miliaran rupiah, sementara
Zakobielski mendapatkan 20 persennya. Zakobielski mengaku agensinya
resmi dan legal. Sehingga dia tidak mau disebut sebagai “mucikari” namun
lebih tepatnya disebut sebagai pebisnis. Demikianlah sebuah potret
kemaksiatan berbalut bisnis yang menguntungkan dengan dalih menolong
para perempuan menggapai impiannya.
Dilansir dari media online 30 Maret 2018 lalu. Pengelola CE
mengatakan ada ratusan wanita Indonesia mengajukan lamaran untuk menjual
keperawanan dengan harga tinggi. Yang mengejutkan, jumlah perawan dari
Indonesia yang mengajukan dirinya ada sekitar 350 orang.
Perempuan Indonesia yang mayoritas muslimpun menjadi terpesona dan
terbius dengan rayuan penawaran manis yang sejatinya adalah jebakan yang
menjerumuskan kedalam kubangan dosa. Pundi-pundi materi yang sangat
menggiurkan menjadikan mereka hilang keimanan. Harga diri dan
kehormatanpun tak lagi punya arti.
Gaya hidup hedonis akibat sistem kapitalis liberal telah menjangkiti
kaum hawa, bukan hanya perempuan barat,  tapi para perempuan
indonesia pun telah mengadopsi gaya hidup tersebut. Seolah-olah
kebahagiaan itu hanya mampu diraih dengan mendapatkan materi yang
melimpah. Harta berlimpah, mobil mewah, rumah megah, emas berlian nan
melimpah adalah standar kebahagiaan menurut mereka.
Kebahagiaan semu inilah yang dikejar para perempuan tersebut dengan
menghalalkan segala cara. Tidak peduli agama. Gemerlap dunia telah
membutakannya. Akhirnya prostitusi menjadi pilihannya. Apalagi taraf
internasional, tentu tarifnya juga kelas dunia dan mendunia.
Negeri muslim terbesar inipun ternyata juga gagal dalam mencegah
maraknya prostitusi online, hal itu dikarenakan negara menerapkan sistem
kapitalis yang menjunjung tinggi gaya hidup liberal bebas tanpa batas.
Contohnya aturan pidana di negeri ini tidak dapat menjatuhkan sanksi
kepada mereka yang melakukan perzinahan secara sukarela. Terlebih jika
RUU Pencegahan Kekerasan Seksual di sahkan, jasa yang ditawarkan oleh
Cinderella Escorts (CE) tidak dapat dikategorikan sebagai tindakan
pidana. Karena perbuatan seksual yang dilakukan tanpa paksaan,
dikehendaki oleh satu sama lain dan seseorang secara bebas memberikan
persetujuannya, tidak akan dikategorikan sebagai perbuatan yang patut
disanksi. Maka agensi seperti CE baik pengelola, pengguna dan para
perempuannya tidak dapat tersentuh hukum.
Hal tersebut merupakan salah satu bukti nyata merajalelanya zina di
tengah kita. Karena zina tak bisa dianggap sebagai pelanggaran dan harus
mendapatkan sanksi apabila melakukan. Dan ini merupakan salah satu
tanda di antara tanda akhir zaman yang dikabarkan nabi 14 abad lalu.
Diriwayatkan Imam Bukhari & Muslim, “Sesungguhnya di antara
tanda-tanda hari Kiamat adalah sedikitnya ilmu, tersebarnya kebodohan,
diminumnya khamr, serta MERAJALELA-NYA ZINA (yazharo az-zinaa)” .
Semakin banyaknya perempuan yang menggadaikan kehormatannya adalah
akibat dari penerapan sistem kapitalis liberal  yang menyebabkan ekonomi
semakin sulit dan menghimpit. Biaya hidup kian melangit, mengakibatkan
para perempuan yang tipis imannya mudah sekali menggadaikan
kehormatannya dengan cara yang diharamkan oleh agama. Tapi banyak juga
dari mereka yang menjual kehormatannya hanya karena ingin memenuhi gaya
hidupnya yang hedonis matrealistis layaknya selebritis.
Sungguh sangat memprihatinkan,  aturan agama diterjang demi untuk
mendapatkan uang. Para perempuan itu tak lagi menghiraukan halal haram
dalam mencari uang.  Yang terpenting bagi mereka adalah, mereka tidak
perlu bersusah payah harus mengeluarkan banyak tenaga dan fikiran, 
sedangkan rupiah yang akan mereka dapatkan sungguh luar biasa besar.
Na’udzubillah…
Negara,  yang sejatinya bertindak sebagai pengurus dan pengayom
seluruh rakyatnya,  seolah abai terhadap amanahnya. Ditengah melimpahnya
kekayaan alam negeri katulistiwa ini, ternyata angka kemiskinan semakin
melambung tinggi. Sumber daya alam yang melimpah ruah tak lagi dimiliki
ibu pertiwi. Akibat ekonomi kapitalis,  semua sumber daya alam yang
menguasai hajat hidup seluruh umat telah dikuasai oleh ASING dan ASENG.
Hingga kekayaan negeripun tak lagi mampu menyejahterakan rakyatnya.
Sungguh “MIRIS”!!
Lifa Umami, SHI
Kemiskinan dan ekonomi yang sulit inilah salah satu penyebab kaum
hawa rela menggadaikan kehormatannya hanya untuk mendapatkan pundi-pundi
materi. Merekapun seolah tak mau diatur dengan aturan agama saat
memenuhi kebutuhan hidupnya. Mereka menganggap bahwa agama hanya
mengatur masalah sholat, puasa, zakat dan ibadah mahdhoh saja. Sedangkan
terkait masalah ekonomi,  sosial, budaya, politik dan yang lainnya,
mereka tidak mau diatur dengan aturan yang berasal dari Tuhannya.
Padahal,  hanya aturan islamlah yang mampu mengatasi semua
permasalahan yang muncul di tengah-tengah manusia. Menyelesaikan semua
permasalahan tersebut dengan komprehensif. Bahkan,  tidak ada satupun
permasalahan yang dihadapi manusia yang tidak bisa diselesaikan dengan
islam.
Dalam sebuah kaidah Syara’ dikatakan bahwa “Perempuan adalah
kehormatan yang wajib dijaga”. Islam pun secara tegas memberikan
penjagaan terbaik kepada perempuan melalui SyariatNya. Islam melindungi
perempuan dari hal yang paling sederhana hingga yang paling kompleks,
sehingga dapat menjadi solusi dalam mengatasi prostitusi melalui
penyelesaian yang komprehensif. Yaitu dengan menerapkan aturan-aturan
islam secara menyeluruh dalam sebuah institusi negara yang insya Allah
akan membawa rahmat bagi seluruh alam semesta. 
Wallahu a’lam. (prokal*)

Komentar