oleh

Donald Trump Ungkap Lima Media Besar ini Musuh Besar “Rakyat Amerika”

-Berita-203 Dilihat
Foto/Dok/Ist; Presiden AS Donald Trump

AMERIKA SERIKAT – SriwijayaAktual.com –  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengecam lima organisasi
media utama di negeri tersebut sebagai “musuh rakyat Amerika”. 
“Media FAKE NEWS (gagal @nytimes, @NBCNews, @ABC, @CBS, @CNN)
bukan musuh saya, itu adalah musuh Rakyat Amerika!” kicau Trump tak lama
setelah tiba di rumahnya Mar-a-Lago di Palm Beach, Florida, Jumat 17
Februari sore, waktu setempat. 
Suami Ivana Trump itu telah mem-posting dan kemudian dengan cepat menghapus versi yang agar berbeda dengan tweet tersebut cuma beberapa menit kemudian, dan menghapuskan ABC serta CBS. Ia juga memasukkan kata “SICK!” pada akhir posting awalnya. 
“Twit Trump adalah peningkatan pukulan dalam serangannya terhadap media berita,” demikian komentar New York Times, sebagaimana diberitakan Xinhua
Beberapa jam sebelumnya, Pemimpin Mayoritas di Senat AS Mitch
McConnell mengatakan dalam satu taklimat pada Jumat, “Saya telah sangat
terbuka dengan dia dan anda semua bahwa saya bukan penggemar twit harian
itu.” 
Tweet terakhir Trump tersebut disiarkan sehari setelah
taklimat tunggal pertama Trump di Gedung Putih. Saat itu, dia mengecam
media AS sebagai “berita yang sangat palsu” dan “tak terkendali”, dan
pada saat yang sama membantah laporan media mengenai kekacauan di Gedung
Putihnya dan dugaan kontak yang mungkin dilakukan timnya dengan Rusia. 
Setelah taklimat panjang, tim Trump mengirim survei surel untuk
meminta rakyat menanggapi mengenai bagaimana perasaan mereka mengenai
media.
“Sebaliknya, kalian –rakyat Amerika– adalah garis pertahanan
terakhir kita melawan pekerjaan media,” demikian antara lain satu
kalimat di surel tersebut. 
Steve Bannon, Kepala Tim Strategi Gedung Putih, menyebut insan
media “partai oposisi” di dalam satu wawancara dengan New York Times
pada Januari. Ia menyatakan, “Media mesti malu dan merasa hina dan
menutup mulutnya dan cuma mendengarkan untuk sejenak.” 
“Mereka tidak memahami negeri ini,” kata Bannon di dalam
wawancara tersebut. “Mereka masih belum mengerti mengapa Donald Trump
menjadi Presiden Amerika Serikat.” 
Trump, yang mengumandangkan pernyataan Bannon saat itu,
mengatakan dalam satu wawancara TV bahwa “media adalah partai oposisi
dalam banyak cara.” 
Baca Juga Ini; Bakar Bendera AS dan Israel, Ratusan Ribu Rakyat Iran Teriakkan “Matilah Amerika”
Sejak pemilihan presiden AS pada 2016, Trump telah sering saling-menyerang dengan banyak kelompok media utama AS terutama New York Times dan CNN
Banyak pengulas lokal menganggap retorika anti-media sebagai bagian utama strategi anti-elit dan anti-kemapanan. 
Satu survei daring dan telepon nasional Rasmussen Repors pada
Januari mendapati 48 persen dari semua Kemungkinan Pemilih AS percaya
sebagian besar wartawan bias terhadap Trump. Hanya 12 persen berpendapat
mereka bias terhadap Trump, sementara 31 persen merasa sebagian besar
wartawan berusaha bersifat adil dan seimbang. (*)

Sumber, antara

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya