oleh

Door..Door!! Pendemo Ini Tunjukkan Luka di Dada dan Selongsong Peluru, “Jangan Tembak’i Lagi Kami Pak Polsi”

-Berita-218 Dilihat
Pendemo di depan gedung Bawaslu yang mengaku kena tembak. (Lisye Sri Rahayu/detikcom)

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Massa dari kelompok Gerakan Masyarakat Peduli Konstitusi (GMPK) dan
Masyarakat Aliansi Orang-Orang Kecil sudah ramai memenuhi ruas jalan di
depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jalan MH. Thamrin, Jakarta
Pusat, siang ini (Rabu, 22/5/2015).

Seorang pendemo di depan gedung Bawaslu terus
berteriak ke arah polisi. Pria berjaket oranye itu tiba-tiba membuka
baju dan menunjukkan luka di dada, mengaku habis kena tembak.

Pria
yang mengaku kena tembak sedang berdemo di depan gedung Bawaslu, Jl MH
Thamrin, Rabu (22/5/2019). Dia, yang berdiri di dekat kawat berduri,
terus-menerus berteriak ke arah polisi sembari menunjukkan benda
berwarna emas semacam selongsong peluru.

“Ada peluru, ada peluru, saya ditembak tadi pagi di Tanah Abang,” kata pria itu kepada polisi sekitar pukul 12.40 WIB.
Si pria meminta awak media mengambil gambarnya. Dia lantas menunjukkan semacam luka di dadanya.
Pendemo di depan gedung Bawaslu yang mengaku kena tembak. (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Baju si pria itu tampak bolong dan terdapat bercak darah. Kulit di dada sebelah kanannya pun terlihat terkelupas.

“Pak polisi, pak polisi,” sebut si pria yang enggan menjawab namanya ketika ditanyai wartawan, dialnsir detik.com.

Sementara itu dari arah Monumen Nasional (Monas), berdatangan massa
hingga terhenti di perbatasan kawat berduri. Mereka yang didominasi
pemuda usia 20-30 tahun membawa bendera tauhid dan bendera elemennya.
 
Tampak dua orang emak-emak di tengah kelompok massa tersebut. Di bawah
kelopak mata mereka sudah diolesi pasta gigi seakan siap menghadapi
tembakan gas airmata aparat.

Menyambut kedatangan massa tambahan ini, aparat kepolisian kembali
mengenakan helm, pelindung dada dan papan pelindung yang sempat
dilepas.

Hingga laporan ini diturunkan, massa aksi kompak terus meneriakkan yel yel ‘Pak Polisi Tugasmu Mengayomi’.

“Pak Prabowo sudah tidak mau jadi presiden jangan pernah ada tembakan
seperti tadi malam, kita tidak bawa apa-apa, kami menuntut keadilan,
jangan ada kecurangan,” orasi seorang emak.

Bergantian seorang pemuda dalam orasinya meminta aparat kepolisian tidak
lagi membombardir tembakan. Ia juga meminta komisioner Bawaslu menemui
massa aksi. 
“Sekali lagi kami memohon maaf kami datang bukan untuk merusak,” pintanya. [rm]

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya