oleh

DPRD DKI Kecewa Ahok Tolak Anggaran Terapi Korban Penggusuran

-Berita-167 Dilihat
Dok: Suasana penggusuran warga Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, beberapa hari lalu.
JAKARTA, SriwijayaAktual.com – DPRD DKI Jakarta kecewa Pemerintah Provinsi menolak
usulan anggaran untuk menangani dampak psikologi yang dialami korban
penggusuran di Jakarta. Pemprov seharusnya dapat menfasilitasi terapi
psikologis kepada warga Rawajati, terutama kepada anak-anak yang
mengalami trauma pascapenggusuran. 
“Bukan cuma sebelum dan saat penggusuran saja. Sekarang terapi
psikologi ke mana pasca trauma,” kata Sekertaris Komisi A DPRD DKI
Jakarta, Syarif, saat dihubungi, Sabtu (3/9/2016).
Menurut Syarif, sejatinya persoalan penanganan buat warga
pascapenggusuran sudah pernah dibahasnya di meja DPRD guna
memperhitungkan penganggaran tenaga bantu, tetapi ditolak pihak
eksekutif di bawah pimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). 
“Saya susah pernah mengajukan soal diadakannya psikiater untuk
bimbingan konseling buat anak-anak korban gusuran. Tapi sampai sekarang
mana? Tidak ada tindaklanjut,” ungkap politikus Gerindra itu.
Sampai saat ini, lanjut Syarif, belum ada pihak dari Dinas Pendidikan
untuk mendata anak-anak yang terancam pindah sekolah karena relokasi.
Dia pun meragukan janji kehidupan yang layak bagi korban gusuran yang
digaungkan Ahok.
Menurut Syarif, tidak semua yang dikisahkan Ahok tentang perbaikan
kualitas hidup di rumah susun (Rusun), termasuk pendidikan anak korban
gusuran benar adanya. “Bohong itu, buktinya ada banyak korban gusuran
putus sekolah saat ini, contohnya ya di (Rusun) Marunda itu,” tandas
dia. (*).

Sumber, Rimanews

Komentar