Pasang Iklan Murah disini
Berita  

DR Eggi Sudjana Gagal Bikin Jokowi Tersangka atas Utang Negara, KPK Gak Gubris?

Kolase Foto; Jokowi dan Eggi Sujana [*]

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tak akan menindaklanjuti
laporan Eggi Sudjana terkait utang negara senilai Rp5.250 triliun.
Demikian disampaikan Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (19/12/2018).
Menurut Alex, pihaknya sama sekali tak memiliki kewenangan untuk menghitung utang negara, termasuk kerugian-kerugianya.
Hal itu diungkap Alex menjawab laporan Ketua Dewan Pembina PPMI, Eggi
Sudjana yang meminta lembaga itu menghitung kerugian negara dari utang.
“Saya pikir itu urusan BPK ya,” ujar Alex.
Atas laporan tersebut, kata Alex, KPK tidak berwenang untuk menghitung kerugian negara.
Dengan begitu, pihaknya tidak dapat melakukan proses lanjutan terhadap laporan itu.
“Kecuali utang negara yang macet sehingga menimbulkan kerugian negara
yaitu korupsi, kasusnya itu nanti KPK yang akan menangani,” tutupnya.

DR Eggi Sudjana Laporkan Presiden Jokowi Dan Sri Mulyani Ke KPK RI

Untuk diketahui, sebelumnya Persaudaraan Pekerja Muslim Indoensia (PPMI)
mengadu ke KPK terkait kerugian dari pembengkakan utang negara.
Ketua Dewan Pertimbangan PPMI, Eggi Sudjana mengatakan, salah satu pihak yang dlaporkan adalah Presiden Joko Widodo.
“Presiden Jokowi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Rini
Soemarno. Itu jelas,” ujar Eggi di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan,
Jakarta, Rabu (12/12/2018).

Baca Juga: Diawali Dengan Bacaan Surat Yasin Berjamaah, Ratusan Warga Deklarasikan Dukungan ke Jokowi-Ma’ruf Amin

Eggi menyebutkan bahwa dalam catatan yang dia pegang, hingga saat ini utang negara sudah mencapai angka Rp. 5.250 triliun.
Dia menjelaskan ada tiga indikasi dari korupsi yang menjadi tugas KPK.
Pertama, perbuatan melawan hukum, kedua memperkaya diri dan atau
orang lain, korporasi atau kelompok dan ketiga merugikan negara.

Baca Juga: Kania Janda Cantik Seksi & Montok sedang Cari Suami Serius!

Menurut Eggi, utang negara yang sudah melampaui batas normal dan sudah masuk kategori korup.
Setidaknya, pemerintah melanggar ketentuan undang-undang terkait
utang negara maksimal 30 persen terhadap pendapatan domestik bruto.
“Kita minta KPK tolong hitung kerugian negara dari utang Rp. 5.250 triliun, ini besar sekali,” tutup Eggi. (rmol/ruh/pojoksatu)

Spesial Untuk Mu :  Motif Dibalik Teror Ulama & Pemuka Agama Mulai Terkuak!!, Versi?...