oleh

‘EDAN’!! Tradisi Cari Jodoh di Pasar Pengantin

Tradisi Pasar Pengantin di Bulgaria

BULGARIA, SriwijayaAktual.com – Setiap daerah memiliki tradisi yang dapat menarik perhatian orang
dari daerah lain. Di Bulgaria ada satu tradisi yang hingga kini masih
dilakukan yaitu Gypsy Bride Market. Dalam tradisi itu, para perempuan
single yang masih perawan akan datang ke pasar di Stara Zagora berharap
dapat menemukan calon suami.
Tradisi ini biasanya akan diikuti oleh 18 ribu orang yang terdiri
dari perempuan dan calon suami. Dalam setahun, tradisi bisa dilakukan
sampai empat kali pada berbagai hari libur keagamaan selama musim semi
dan musim panas. Lantaran tujuannya ingin mencari pasangan, para
perempuan yang datang akan tampil mengenakan gaun terbaik mereka dan
merias wajahnya secantik mungkin. Sementara, calon suami akan
berkeliling untuk memilih perempuan yang akan dijadikan istri.
Sebelum proses pencarian pasangan dimulai, acara terlebih dahulu
dibuka dengan tarian khusus. Para perempuan dan calon suami akan menari
secara terpisah dalam dua kelompok yang berbeda. Dalam beberapa gerakan,
mereka bisa saling berjabat tangan lalu berkenalan. Namun hal tersebut
tidak bisa dilakukan terlalu lama karena ada orangtua yang mengawasi.
Sekilas tradisi itu tampak biasa saja. Namun hal yang masih menjadi
perdebatan adalah layaknya pasar, para perempuan single itu akan
‘dibeli’ oleh calon suaminya. Ya, setelah selesai menari, calon suami
akan mendatangi perempuan yang memikat hatinya. Di sisi perempuan sudah
ada orangtua yang menentukan ‘harga’ untuk anaknya.
Rata-rata harga yang diajukan oleh orangtua antara £ 2.200 hingga £
4.300 atau setara dengan Rp39 juta – Rp76 juta. Harganya bisa menjadi
lebih tinggi apabila banyak calon suami yang menginginkan perempuan
tersebut. Pemasangan harga ini dimaksudkan agar perempuan mendapatkan
keuntungan finansial. Sebab, kelompok yang mengikuti tradisi ini
tergolong kelompok miskin yang mencari nafkah sebagai pengrajin.
Dulunya tradisi pasar pengantin ini adalah cara untuk mengatasi
kemerosotan ekonomi di Bulgaria. Namun seiring berjalannya waktu, ini
dijadikan tradisi kuno yang penting bagi identitas Kalaidzhi yaitu
kelompok dari mana perempuan tersebut berasal. Oleh karenanya tradisi
ini terus dipertahankan.
Bila dahulu orangtua akan menentukan harga, kali ini perempuan
diberikan kebebasan untuk memilih calon suami sesuai keinginan hatinya. [ak]

loading...
Spesial Untuk Mu :  Alumni HMI DR.Akbar Tanjung Minta DPR Sikapi Ketidakpuasan Rakyat

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya