oleh

Eks Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin Komentari Putusan MK: Rasa Keadilan Saya Terusik!

-Berita-276 Dilihat
Din Syamsuddin [dok/net]

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, turut berkomentar atas
putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak seluruh dalil pelanggaran
dan kecurangan Pemilu 2019 yang diajukan Prabowo-Sandi.
Ketua Dewan Pertimbangan MUI mengatakan, pilihan yang tersedia bagi
rakyat yang taat konstitusi tentu menerima putusan MK tersebut sebagai
produk hukum. Din menyebutnya sebagai sikap taat hukum.

Namun, karena para hakim MK juga terikat amanat konstitusi dan nilai
moral untuk menegakkan kejujuran dan keadilan, maka rakyat berhak
menilai apakah mereka telah mengemban amanat dengan benar. Yakni
menegakkan kejujuran, keadilan, dan kebenaran. Din menyebutnya sikap
moral.

“Jika rakyat meyakini ada pengabaian nilai moral, bahwa para hakim MK
itu patut diduga membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar,
seperti membenarkan kecurangan, maka rakyat mempunyai hak dan kewajiban
melakukan koreksi moral,” ucap Din Syamsuddin dalam keterangan tertulis,
Sabtu (29/6/2019).

Din merasa ada rona ketidakjujuran dan ketidakadilan dalam proses
pengadilan di MK yang memutus sengketa Pilpres. “Banyak fakta dan dalil
hukum yang terkesan tidak didalami,” kata Din.

“Maka bagi rakyat jadikan itu semua sebagai catatan bahwa ada cacat
moral yang terwarisi dalam kehidupan bangsa, dan ada masalah dalam
kepemimpinan negara. Selebihnya kita menyerahkan sepenuh urusan kepada
Allah SWT, Ahkam al-Hakimin, Tuhan Yang Maha Kuasa, Maha Adil,”
bebernya.

Din melanjutkan, jalan yang terbaik di samping menghormati Keputusan MK
sebagai produk hukum, demi literasi bangsa kaum intelektual melakukan
eksaminasi terhadap Keputusan MK, dan rakyat dapat terus melakukan
koreksi moral agar bangsa tidak terjatuh ke titik nadir dari moral
banckrupty atau kebangkrutan moral.

“Dan itu semua tetap dilakukan secara makruf dengan senantiasa
memelihara persaudaraan kebangsaan. Perjuangan menegakkan kemakrufan dan
mencegah kemungkaran tidak boleh ada titik berhenti,” pungkasnya.

Sebelumnya, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno telah menyampaikan sikap
menghormati putusan MK, meski kecewa dengan putusan tersebut. Prabowo
lalu bicara soal kemungkinan upaya hukum lain setelah MK.

Sementara calon presiden Joko Widodo bersama Ma’ruf Amin berharap
putusan MK ini kembali menyatukan bangsa yang terbelah karena pilihan
politik. Putusan MK bersifat final dan mengikat yang harus dihormati
semua pihak. [km]

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya