oleh

Eks Seorang Jenderal ini Serukan Pemerkosaan Massal Wanita Muslim Kashmir

-Berita-21 views
loading...

Eks Jenderal India
Serukan Pemerkosaan Massal Wanita Muslim Kashmir
 

loading...
INDIA, SriwijayaAktual.com – Seorang mantan jenderal tentara India
terlibat perdebatan panas di stasiun televisi di mana dia dengan marah
menyerukan pemerkosaan dan pembunuhan massal wanita Muslim di Kashmir
oleh pasukan keamanan.

Dalam perdebatan di channel TV9 Bharatvarsh, Mayor Jenderal Purnawirawan
SP Sinha, yang sekarang menjadi anggota Partai Bharatiya Janata
(BJP)—partai berkuasa—awalnya membahas eksodus keluarga non-Muslim dari
Lembah Kashmir.

Sejak 1990-an, ratusan ribu orang terpaksa mengungsi, ketika mereka
menjadi sasaran pemberontakan Muslim dalam kampanye pembersihan etnik
yang melibatkan penculikan, pembunuhan, pemerkosaan, dan kejahatan
lainnya.

Dalam puncak perdebatan Sinha terlihat sangat mendukung kejahatan
perang. “Kematian untuk kematian, perkosaan untuk pemerkosaan,”
teriaknya.

Mantan jenderal militer ini telah dituduh secara historis menggunakan
pemerkosaan sebagai strategi. Pada tahun 1991, Sinha saat itu
mengumpulkan penduduk desa Sikh di sebuah daerah, menyerukan “penciptaan
ras baru untuk Punjab” ketika militer India menghancurkan gerakan Sikh
di Punjab.

Para warganet India yang marah mengecam seruan mantan jenderal itu dan mengkhawatirkan masa depan negara mereka.

Beberapa orang menunjukkan bahwa Sinha hanya mempublikasikan realitas
yang sudah ada di lapangan dan bahwa dia bukan yang pertama atau
satu-satunya yang mengadvokasi taktik semacam itu.

Kashmir yang diduduki India telah berada di bawah jam malam militer
sejak 5 Agustus 2019, ketika Perdana Menteri India Narendra Modi
mencabut status otonomi wilayah itu dan menangkap ribuan orang.

Menurut laporan Human Rights Watch 1996, India menggunakan pemerkosaan
sebagai “taktik kontra-pemberontakan” di Kashmir yang diduduki India
untuk meneror penduduk. Awal tahun ini, seorang pemimpin Partai
Bharatiya Janata dicopot dari posisinya setelah dia menyerukan
orang-orang Hindu untuk memerkosa wanita Muslim di gang-gang secara
terbuka di jalanan.

Seruan jahat Sinha langsung ditegur oleh sesama panelis yang menuntut
permintaan maaf. Namun, sang pensiunan jenderal berpegang pada
pendapatnya dan bahkan mendapat dukungan beberapa anggota audiensi.

Seruan itu memicu kecaman marah dari beberapa veteran India. Menurut
laporan Russia Today, Selasa (19/11/2019), pensiunan Letnan Jenderal
Vinod Bhatia, yang menjabat sebagai direktur jenderal operasi militer,
mencap Sinha sebagai orang yang membuat pernyataan menjengkelkan untuk
ketenaran sesaat. Syed Ata Hasnain, juga pensiunan letnan jenderal,
menyebutnya sebagai “rudal longgar”.

Angkatan Darat India menjauhkan diri dari seruan Sinha dengan mengatakan
bahwa seorang perwira pensiunan tidak terikat oleh kode etik militer.
Sinha sendiri tidak bisa dimintai komentar sejak seruannya memicu
kemarahan. [*]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed