oleh

Ekspor Karet di Sumsel Capai Rp 27 Triliun/Tahun

Menyadap Karet (Ist/Net)
PALEMBANG-SUMSEL, SriwijayaAktual.com – Ekspor Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) khususnya
komoditi non migas, tetap didominasi komoditi karet atau crum rubber.
“Ekspor Sumatra Selatan setiap tahun didominasi ekspor komiditi karet
yang nilai ekspornya setiap tahun mencapai Rp 27 triliun,” kata Kepala
Dinas Perdagangan Sumsel Permana, Ahad (19/2/216),  seperti dilansir laman republika.co.id.

Permana menjelaskan, ekspor Sumsel untuk komoditi non migas selain
didominasi ekspor karet setengah jadi. Kemudian disusul komoditi batu
bara dan minyak kelapa sawit fraksinya. Kemudian komoditi lain yang
ekspor dari Sumsel adalah kopi, teh, udang dan produk kayu.
Ekspor karet setengah jadi dari Sumsel ditujukan ke negara Amerika
Serikat dan negara lainnya. Menurut Permana, ekspor ke Amerika Serikat
tidak akan terhambat oleh kebijakan Presiden AS yang baru Donald Trump.
“Kalau mereka memperketat ekspor termasuk ekspor karet setengah jadi
yang rugi mereka karena  industri ban mereka akan kekurangan bahan
baku,” ujarnya.
Berdasarkan data dari BPS Sumsel, pada akhir Januari 2017 tercatat
total ekspor sejak Januari-November 2016 mencapai 1.769,5 juta dolar AS.
Nilai ekspor non migas sebesar 188,214,74 juta dolar AS.
Menjelang akhir tahun 2016 menurut Permana hasil ekspor komoditi
nonmigas Sumsel mengalami peningkatan sebesar 12,08 juta dolar AS dari
nilai ekspor bulan Oktober 2016. “Penyebab utama meningkatnya ekspor
nonmigas Nopember 2016 adalah meningkatnya ekspor komoditi andalan batu
bara serta minyak kelapa sawit dan fraksinya meskipun hasil ekspor
komoditi andalan lainnya  mengalami penurunan,” katanya.
Nilai ekspor nonmigas Sumatera Selatan pada periode Januari-Nopember
2016 masih didominasi oleh komoditi karet yang mencapai nilai sebesar
1.157,47 juta dolar AS, diikuti oleh batu bara sebesar 180,27 juta juta
dolar AS, minyak kelapa sawit dan fraksinya sebesar 104,63 juta juta
dolar AS, dan kayu/produk kayu sebesar 72,63 juta dolar AS.
Mengantisipasi kebijakan ekonomi luar negeri Amerika Serikat yang
akan memperketat ekspor yang masuk ke negara adidaya tersebut disikapi
serius oleh Pemerintah Provinsi Sumsel. “Melalui Dinas Perdagangan
Sumsel akan mencarikan alternatif negara tujuan ekspor,” ujarnya.
Kepala Dinas Perdagangan Sumsel Permana,  memprediksi ekspor Sumsel
akan mengalami penurunan hingga 10 persen terutama ekspor batu bara.
“Kebijakan ini akan mempengaruhi perdagangan luar negari Sumsel,
terutama batu-bara yang diprediksi bisa turun lima hingga sepuluh
persen,’ Tandasnya. (*)

Komentar