Pasang Iklan Murah disini
Berita  

Empat Terpidana Mati Masih Ada Yang Mendekam di Lapas Pekanbaru

(Ilustrasi)
PEKANBARU, SriwijayaAktual.com  – Empat terpidana mati kasus
peredaran narkoba dan perampokan disertai pembunuhan masih mendekam di
Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Riau.
“Hukuman mati ada empat di Lapas kita. Ada narkoba dan ada kriminal,”
kata Kepala Lapas Klas IIA Pekanbaru, Frans Elias Nico kepada Antara di
Pekanbaru, Senin (1/8/2016).
Dia mengatakan, terpidana mati tersebut masing-masing adalah Andi
Paula dan Candra Purnama. Keduanya merupakan terpidana perampokan sadis
yang menyebabkan korbannya meninggal dunia saat sedang Shalat Subuh.
Selanjutnya dua lainnya adalah Ng Huk Kwan alias Jimmy dan AR Ibrahim.
Dalam kasus ini Ng Huk Kwan dijatuhi hukuman mati dalam kasus upaya
penyelundupan 46,5 kilogram sabu-sabu asal Malaysia, negara asalnya.

AR Ibrahim merupakan terpidana mati kasus kepemilikan 8 ton ganja
kering asal Provinsi Aceh yang diungkap Badan Narkotika Nasional (BNN)
Provinsi Riau. Nico mengatakan, keempat terpidana mati tersebut tidak
menghuni sel khusus dan tidak pula diberikan pengamanan ekstra. Hal itu
dilakukan agar tidak membuat terpidana menjadi tertekan.
“Tidak ada pengasingan atau penjagaan khsusu karena dapat mengganggu upaya pembinaan mereka,” jelasnya.
Lebih jauh, terkait keberadaan terpidana hukuman mati itu, dia
mengatakan telah berkoordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM.
“Kemarin ada lima petugas Kementerian yang mendata mereka. Maksudnya,
kita melakukan perubahan pidana dari hukuman mati ke pidana sementara
jika mereka berkelakuan baik,” ucap dia.
Selain keempat orang itu, Lapas Klas IIA Pekanbaru juga menahan tiga
lainnya yang juga dipidana mati. Bedanya, mereka masih melakukan upaya
kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Sementara itu, selain menahan empat
terpidana mati, Lapas Klas IIA Pekanbaru juga menahan 19 terpidana
seumur hidup. (*)
Sumber : Antara

Spesial Untuk Mu :  wooOW!! Pemuda Ini Tantang Pakde Mahfud MD Berpose dengan Bendera Tauhid, Berhadiah Rp18 Juta